Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

Presiden Jokowi Tanggapi Santai Hasil Libang Survei Kompas

Selain itu, elektabilitas Prabowo-Sandi naik 4,7 persen. Saat ini, Prabowo-Sandi memiliki elektabilitas 37,4 persen, dari sebelumnya 32,7 persen. Selisih elektabilitas antara dua paslon saat ini adalah 11,8 persen.

Sari Intan Putri - 21/03/2019 11:57

Beritacenter.COM - Litbang Kompas baru saja merilis hasil survei terbaru terkait Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Jokowi-Maruf memiliki elektabilitas 49,2 persen. Angka itu turun 3,4 persen dari survei sebelumnya di mana elektabilitas paslon 01 sebesar 52,6 persen.

Selain itu, elektabilitas Prabowo-Sandi naik 4,7 persen. Saat ini, Prabowo-Sandi memiliki elektabilitas 37,4 persen, dari sebelumnya 32,7 persen. Selisih elektabilitas antara dua paslon saat ini adalah 11,8 persen.

Lebih lanjut, Litbang Kompas juga merilis persentase pemilih yang belum menentukan pilihan. Jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan pada survei sebelumnya 14,7 persen. Dalam survei terbaru, jumlah mereka turun menjadi 13,4 persen.

Diketahui juga jika survei Litbang Kompas dilakukan sejak 22 Februari hingga 5 Maret 2019 dengan melibatkan 2.000 responden menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi Indonesia. Adapun, tingkat kepercayaan survei tersebut diklaim mencapai 95 persen dengan margin of error survei ini plus-minus 2,2 persen.

Jokowi menanggapi santai hasil survei Litbang Kompas itu. Menurutnya, hasil survei yang menyebut bahwa elektabilitasnya merosot tersebut justru bisa mendorong para relawan dan mesin partai untuk bekerja lebih militan.

Jokowi juga mengatakan jika di sisa waktu satu bulan menjelang pilpres ini Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf lebih banyak bekerja di akar rumput untuk merebut suara rakyat bawah. Jokowi menilai hasil survei menjadi peringatan bagi kader untuk menggenjot kampanye.

"Survei ini banyak sekali, mungkin ada lebih dari 10. Semuanya kita pakai untuk evaluasi, untuk koreksi. Untuk memacu bekerja lebih baik lagi. Semua survei kita lihat. Sebagai bahan koreksi, sebagai bahan evaluasi," kata Jokowi, Rabu (20/3/2019).

"Hasil (survei) yang baik justru akan melemahkan kita. Jadi tidak waspada. Hasil survei yang tidak baik atau kecil bisa mendorong memicu seluruh relawan kader untuk bekerja lebih militan lagi," kata Jokowi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA