Monday, 30 Mar 2020
Temukan Kami di :
Politik

Fakta Sebenarnya Ibu Lis yang Disebut Sandiaga Uno dalam Debat Cawapres

Sandiaga Uno juga menyebut jika dirinya dan Prabowo terpilih, dia akan menyelesaikan persoalan layanan BPJS dan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Sari Intan Putri - 17/03/2019 22:54

Beritacenter.COM - Visi misi yang disampaikan Sandiaga Uno dalam debat Cawapres yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/03/2019), menyinggung soal layanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

"Saya teringat kisah Ibu Lis di Sragen, di mana pengobatannya harus disetop karena BPJS tidak meng-cover," kata Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno juga menyebut jika dirinya dan Prabowo terpilih, dia akan menyelesaikan persoalan layanan BPJS dan JKN (jaminan Kesehatan Nasional).

"Kita pastikan dalam 200 hari pertama, akar permasalahan BPJS dan JKN akan kita selesaikan," sebut Sandiaga.

Bahkan, kisah ibu Lis juga kembali diucapkan Sandiaga Uno di segmen debat kedua.

Faktanya, dalam akun facebooknya, Sandiaga Uno pernah menyinggung pertemuannya dengan Ibu Liswati, penderita kanker payudara.

"Yang biaya obatnya tidak dicover oleh pemerintah. Hal ini sangat memberatkannya sebagai warga kecil," tulis Sandiaga Uno.

Pertemuan Sandiaga dengan pasien kanker payudara dikabarkan dalam situs Joglosemar News, dalam artikel yang berjudul "Jeritan Emak-emak Pengidap Kanker Payudara di Sragen dan Janji Prabowo-Sandi Benahi BPJS".

Dalam artikel tersebut diketahui saat Sandiaga menyampaikan program-program unggulannya di hadapan ratusan pedagang dan warga, mendadak seorang perempuan berhijab menghampirinya. Dalam artikel tersebut disebut nama perempuan itu adalah Miswati.

Ibu itu kemudian memperkenalkan diri dengan nama Miswati asal Sragen. Di hadapan Sandi, ia mengaku hadir mewakili aspirasi wanita pengidap kanker payudara di Sragen yang merasa dirugikan akibat program BPJS.

“Saya salah satu pasien kanker payudara. Saya mewakili teman-teman yang harus merasakan ujian penyakit kanker payudara. Selama ini, kami warga tidak mampu dan menderita kanker payudara sangat sedih. Tidak dikover pemerintah obatnya. Obatnya tidak dikover BPJS. Saya minta Bang Sandi bisa membantu,” ujar ibu paruh baya berhijab biru itu dengan suara terbata-bata.

Salah satu pengguna Facebook, Chomsin Nur mengatakan jika nama yang benar adalah Niswatin bukan Liswati.

Bisa diambil kesimpulan jika dalam debat cawapres, Sandiaga Uno telah salah menyebutkan sebuah data yang jauh dari kata akurat. Bagaimana bisa seorang pemimpin memutuskan suatu sikap jika menyebutkan data saja sudah meleset dari faktanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA