Thursday, 25 Apr 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Kanada Turunkan Bendera Setengah Tiang, Kecam Penembakan Muslim di New Zealand

Serangan terhadap orang-orang yang sedang beribadah adalah hal yang sangat mengerikan, dan Kanada dengan keras mengecam penembakan di Selandia Baru

Aisyah Isyana - 17/03/2019 08:23

Beritacenter.COM - Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengecam keras penembakan brutal di masjid di Selandia Baru. Pihak kepolisian Kanada juga melakukan patroli ke masjid-masjid menyusul aksi teror mengerikan tersebut.

Sebagaimana dilansir AFP, Minggu (17/3/2019), bendera Kanada diturunkan setengah tiang sebagai tanda berkabung atas penembakan di New Zealand. Trudeau menyebut semua masyarakat muslim berduka.

"Serangan terhadap orang-orang yang sedang beribadah adalah hal yang sangat mengerikan, dan Kanada dengan keras mengecam penembakan di Selandia Baru," kata Trudeau via akun Twitternya.

"Hati dan pikiran kami bersama dengan para korban dan keluarganya, dan kami bergabung dengan Selandia Baru dan komunitas muslim di seluruh dunia yang sedang berkabung," kata Trudeau.

Pelaku penembakan sadis terhadap muslim yang tengah beribadah di masjid adalah pria 28 tahun kelahiran Australia bernama Brenton Tarrant. Serangan di masjid-masjid Christchurch menewaskan sedikitnya 49 orang.

Atas adanya aksi teror itu, kepolisian di Toronto dan Motreal meningkatkan pengamanan di dua kawasan yang dihuni banyak masyarakat muslim tersebut. Ada sekitar 100 masjid di dua kawasan metropolitan itu.

"Menanggapi serangan di Selandia Baru, kami akan meningkatkan kehadiran polisi di komunitas, fokus ke tempat ibadah, terutama masjid," kata polisi Toronto Constable Allyson Douglas-Cook.

Namun, potret-potret telah diunggah di media sosial, termasuk potret senjata semiotomatis Tarrant bertuliskan nama-nama orang di masa lalu. Nama-nama orang itu ada kaitannya dengan pembunuhan terhadap muslim, termasuk Alexandre Bissonette. Bissonete menembak orang-orang yang sedang beribadah di masjid Kota Quebec pada Januari 2017. Aksinya menewaskan enam orang dan melukai 35 orang.

Pengacara Bissonnette sangat terpengaruh dengan peristiwa di Selandia Baru. "Dia terganggu namanya dihubungkan dengan serangan itu."

"Bissonnette sangat menyesal atas aksi itu dan ingin semua orang dengan masalah atau kesulitan agar berbicara untuk mendapatkan bantuan, hal yang dia tidak dapatkan di masa lalunya," kata pengacara Bissonnette bernama Charles-Olivier Gosselin dan Jean-Claude Gingras.




Berita Lainnya

Prabowo "Keok" Di Singapura, Jokowi "Makin Perkasa"

24/04/2019 06:53 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA