Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
News

Alumni Jadi Korban, ISI Yogya Sebut Pelaku Penembakan di New Zealand Biadab dan Pengecut

Penyerangan kepada masyarakat sipil, apalagi sedang melakukan ibadah itu kan perbuatan yang biadab dan pengecut. Dan saya pikir itu betul-betul melukai rasa kemanusiaan kita, mencederai harkat dan martabat kemanusiaan

Aisyah Isyana - 15/03/2019 23:57

Beritacenter.COM - Insiden penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru (New Zealand), mendapat kecaman banyak pihak. Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta membenarkan jika salah satu korban penembakan, yakni Zulfirmansyah, merupakan alumni ISI.

Hal itu diungkapkan Pembantu Rektor 3 ISI Yogyakarta, Anusapati. "Iya betul, (Zulfirmansyah) alumni ISI, anak lukis itu, jurusannya seni murni. Kalau tidak salah dia angkatan tahun 1997, sekitar itulah," jelasnya seperti dilansir detik, Jumat (15/3/2019) malam.

Baca juga :

Sejauh ini, dia masih belum mengetahui lebih lanjut prihal kondisi terkini Zulfirmasyah. Namun, Anusapati mengatakan jika pihaknya baru mendapat informasi terkait Zulfirmansyah yang tengah dirawat intensif di salah satu rumah sakit di Selandia Baru.

"Saya prihatin sekali ada alumni kita jadi korban (penembakan di New Zealand), dengan anaknya lagi. Untuk kondisinya (Zulfirmansyah) belum tahu, yang jelas si Zul kena (tembak) di paru-parunya dan sedang dioperasi," katanya.

Mengaku sangat prihatin dengan kondisi Zulfirmansyah, Anusapati menyebut perbuatan pelaku sangat keji. Menurutnya, aksi pelaku melakukan tembakan brutal di masjid itu merupakan tindakan pengecut serta biadab.

"Penyerangan kepada masyarakat sipil, apalagi sedang melakukan ibadah itu kan perbuatan yang biadab dan pengecut. Dan saya pikir itu betul-betul melukai rasa kemanusiaan kita, mencederai harkat dan martabat kemanusiaan," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA