Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
News

Satu WNI Masih Belum Diketahui Keberadaannya Pasca Penembakan di Masjid Selandia Baru

Aisyah Isyana - 15/03/2019 23:32

Beritacenter.COM - Satu warga negara Indonesia bernama Muhammad Abdul Hamid, masih belum diketahui keberadaannya pasca penembakan yang terjad di Masjid Al Noor, Christchrurch, Selandia Baru (New Zealand). KBRI Wellington masih melakukan pemantauan di lokasi.

"Dari 6 WNI yang diketahui berada di Masjid Al Noor pada saat kejadian penembakan hari ini, 5 orang telah melaporkan ke KBRI Wellington dalam keadaan sehat dan selamat. Sementara 1 orang atas nama Muhammad Abdul Hamid belum diketahui keberadaannya," ujar KBRI Wellington dalam keterangan tertulisnya pukul 23.30 waktu setempat, Jumat (15/3/2019).

Baca juga :

Sementara itu, KBRI Welington juga memberikan upadate terbaru terkait dua WNI yang turut menjadi korban di Masjid Linwood. Saat ini, kedua korban yang merupakan ayah dan anak itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit Christchurch.

"Sementara dari Masjid Linwood, KBRI Wellington menerima bahwa terdapat 2 WNI, seorang ayah dan anaknya, yang tertembak. Kondisi sang ayah atas nama Zulfirmansyah masih kritis dan dirawat di ICU RS Christchurch Public Hospital. Sementara anaknya dalam keadaan yang lebih stabil," tulis keterangan tersebut.

Informasi KBRI menyebut ada 49 orang yang tewas dalam insiden penembakan itu, uakni 41 orang di Masjid Al Noor, 7 orang di Masjid Linwood, dan satu orang tewas dalam penanganan di RS pasca penembakan.

Terkait insiden penembakan ini, pihak kepolisian Selandia Baru disebut telah menetapkan seorang tersangka dalam peristiwa tersebut. Tersangka juga akan segera dituntut ke pengadilan.

"Pihak Kepolisian Selandia Baru telah menetapkan seorang tersangka penembakan hari ini dan akan segera dituntut ke pengadilan Selandia Baru. Pemerintah Selandia Baru melalui PM Jacinda Ardern telah mengutuk penembakan tersebut dan menyebut tindakan keji ini sebagai aksi terorisme. Airport di Christchurch sejak sore hari ini ditutup oleh otoritas setempat demi alasan keamanan," sebut KBRI dalam keterangannya itu.

Pihak KBRI Wellington sendiri juga sudah mengeluarkan surat imbauan ke WNI di Selandia Baru. WNI di Christchurch dan sejumlah kota lain yang informasinya terdaftar di KBRI Wellington juga telah dihubungi untuk diketahui keadaannya.

"KBRI Wellington terus memonitor keadaan di lokasi kejadian, termasuk kondisi di airport Christchurch, dalam rangka pengiriman bantuan dan tim konsuler ke Christchurch. KBRI Wellington tetap membuka nomor hotline dengan nomor +64211950980, +6421366754, dan +64223812065," pungkas keterangan tersebut.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA