Thursday, 18 Apr 2019
Temukan Kami di :
Opini

Komitmen Jokowi Berantas Korupsi Terbukti

Anas Baidowi - 15/03/2019 15:37

"ini masalah komitmen. Kita berkomitmen korupsi harus diberantas. Penguatan KPK harus riil," kata Jokowi saat wawancara khusus dengan NET TV pada musim kampanye Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Rupanya, janji kampanye Jokowi-JK yang tertuang dalam Nawa Cita. Penegakan hukum dan pemberantasan KKN tidak bisa ditawar-tawar. Terbukti dengan adanya OTT KPK terhadap Ketua Partai Romahurmuzy (Rommy) di Surabaya Jawa Timur (Jatim), Jumat (15/3).

Rommy jadi Ketua Umum PPP kedua yang harus berususan dengan KPK. Sebelumnya Ketua PPP Suryadharma Ali, yang juga mantan Manteri Agama harus mendekam di penjara karena berurusan dengan KPK.

Sebelumnya, lembaga anti rasuah dituding berpihak pada Pemerintah (Jokowi). Namun, tudingan tersebut terbantahkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) Ketua Umum PPP yang juga partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019.

Bahkan Prabowo sebagai calon presiden menyebut bila korupsi di Indonesia telah stadium empat. Rupanya hal itu hanya coloteh lawan politik Jokowi untuk menjatuhkan elektabilitasnya.

Presiden Jokowi belum memberikan tanggapan terhadap kejadianyang menimpa Rommy. Namun bila menilik kebiasaan beliau yang mengedepankan proses hukum. Dapat dipastikan Jokowi tidak akan melakukan intervensi, terhadap hukum yang menjerat Ketua Umum PPP yang merangkap sebagai anggota dewan penasehat TKN tersebut.

Indonesia selama berada di bawah kepemimpinan Jokowi berusaha menerapkan hukum secara adil. Tidak memandang apakah yang melakukan pelanggaran hukum adalah anggota koalisi atau bukan, semua mendapatkan perlakuan yang sama, diserahkan ke pihak yang berwenang untuk mengadilinya tanpa intervensi.




Berita Lainnya

Berkembang Pesatnya Islam di Tanah Eropa

16/04/2019 03:01 - Indah Pratiwi

GEMPAR...! Cara-cara 'KOTOR' Kubu 02

12/04/2019 00:17 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA