Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Terjerat Kasus Penganiayaan dan Ancam Jokowi, Bukti Buruknya Perilaku Bahar bin Smith

Lukman Salasi - 15/03/2019 06:26

BeritaCenter.com – Bahar bin Smith kembali berulah dengan menunjukan sikap buruknya dengan menebar ancaman ke Presiden Jokowi. Padahal Bahar saat ini masih jadi terdakwa kasus penganiayaan terhadap dua remaja lelaki.

Dalam dakwaan jaksa telah menguraikan detail aksi penganiayaan yang dilakukan Bahar. Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Ancaman terhadap Jokowi disampaikan Bahar usai menjalani sidang dengan agenda mendengar tanggapan jaksa penuntut umum atas nota keberatan atau eksepsinya di Gedung Arsip dan Perpustakaan Jalan Seram, Kota Bandung, Rabu (14/3/2019).

"Sampaikan ke Jokowi, tunggu saya keluar!" ucap Bahar.

"Ketidakadilan hukum, ketidakadilan hukum dari Jokowi, tunggu saya keluar dan akan dia rasakan. Tunggu saya keluar dan rasakan pedasnya lidah saya," kata Bahar menambahkan kalimatnya.

Menanggapi ancaman Bahar tersebut, TKN Jokowi menilai HBS bukan tokoh agama yang patut diikuti karena memberikan contoh yang buruk.

"Itu menunjukkan Habib Bahar bukan seorang tokoh agama yang cukup matang dan patut diikuti," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf tersebut, Kamis (14/3/2019).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko juga menegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mengintervensi persoalan hukum siapa pun, termasuk kasus yang menjerat Bahar.

Moeldokomenilai penegakan hukum belakangan kerap disalahartikan dan dikaitkan dengan kepemimpinan Jokowi. Dia menyebut ada maksud dari fenomena tudingan itu, yakni penggiringan opini masyarakat untuk kepentingan politik praktis.

"Ini bagaimana sih, ada anomali berpikir itu. Ini perlu diluruskan (di) negara ini, agar masyarakat tidak seenaknya mengarahkan sasarannya kepada Pak Jokowi khususnya," jelas Moeldoko, Kamis (14/3/2019).

 




Berita Lainnya

Begini Penjelasan Debat Capres Oleh KPU

26/03/2019 10:50 - Indah Pratiwi

Gawat! Prabowo Hina Lembaga Survei

26/03/2019 07:46 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA