Monday, 20 May 2019
Temukan Kami di :
News

Ladang Ganja Seluas 10 Hektar Dimusnahkan di Aceh Besar

Aisyah Isyana - 14/03/2019 22:38

Beritacenter.COM - Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi Satria Yuddha, Wakapolres Aceh Besar Kompol Perdana Aditya Nugraha, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali, Danlanud SIM, serta Dandim 0101/BS, turut menghadiri pemusnahan ladang ganja seluas 10 hektar.

Lokasi pemusnahan ladang ganja itu berada di area perbukitan Desa Cot Sebate, Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar. Ladang ganja itu dimusnahkan dengan cara dibakar. Ladang ganja seluas 10 hektar itu terletak di enam titik.

Baca juga :

Untuk dapat sampai ke ladang ganja itu, harus melewati empat alur dan jalan setapak yang medannya tergolong lumayan berat. Butuh waktu sekira satu jam menggunakan roda dua atau roda empat. Setelah tiba di titik terakhir, perjalanan harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 40 menit.

Setibanya di hamparan ladang ganja yang luas itu, personel Polri dan TNI serta Forkopimda langsung mencabut seluruh batang ganja. Selanjut, batang-batang ganja itu kemudian dibakar habis.

"Batang ganja yang kita cabut hari ini panjangnya berkisar 50 sentimeter sampe 1,5 meter. Ini sebenarnya masih kecil," kata Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi kepada wartawan di lokasi.

Awal terungkapnya ladang ganja ini, bermula saat polisi melakukan penyisiran di perbukitan di Kecamatan Montasik. Sebelumnya, polisi hanya mendapati tiga titik ladang seluas 5 hektar, namun kemudian petugas mendapati 3 titik lagi dalam perjalanan pulang.

Dari temuan itu, terdapat total enam titik degnan 60 ribu batang ganja dengan usia tanaman sekitar 3 bulanan. Dari jumlah ini, polisi membawa 20 batang ganja ke Mapolres Aceh Besar sebagai barang bukti, sementara sisinya dibakar habis.

Kapolres Aceh Besar AKBP Ayi menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemusnahan ladang ganja di tiga lokasi dalam dua minggu terakhir ini. Total luas ladangnya mencapai 17 hektare.

"Pemiliknya masih dalam penyelidikan. Karena ladang ini terletak di tengah hutan, kita belum menemukan pemiliknya," jelas Ayi.




Berita Lainnya

Polri Didesak Tangkap Pencetus "People Power"

20/05/2019 10:12 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA