Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Peristiwa

Nahas, Bocah Hiperaktif Dipasung Rantai Bertahun-tahun oleh Orang Tuanya

Indah Pratiwi - 14/03/2019 19:15

Beritacenter.COM - Nasib nahas menimpa bocah Zidni Khoiri Alfatir(10) yang tinggal di Kampung Setu, RT16/04, Tangerang Selatan(Tangsel) yang dipasung oleh orang tuanya selama bertahun-tahun.

Anak pasangan Suhin(46) dan Wagiati(45) ini dikurung dalam kamar tidur dan tidak diperbolehkan melihat indahnya dunia ini. Untuk makan, minum dan buang hajat saja harus di dalam kamar yang berukuran kecil.

Saat ditemukan petugas kelurahan, badan bocah tersebut kurus dan banyak luka. Saat ini, Fatur sudah bisa menghirup udara bebas dan bermain sesama anak-anak seusianya. Rantai yang mengikat kakinya pun sudah diputus.

"Pemasungan terhadap Fatir baru terungkap setelah pihak Kelurahan Setu mendatangi kontrakan yang ditempati keluarga tersebut," kata Daryuanto, anggota Satgas Perlindungan Anak Kelurahan Setu saat ditemui di Rumah Singgah, Kamis (14/3/2019) sore.

Ketika orang tua Fatir mengurus surat administratif guna perawatan ibunda Fatir, yakni Wagiyati yang terkena diabetes."Jadi, Pak Sekel (Sekretaris Kelurahan) saat itu datang ke rumah kontrakannya. Di situlah, baru tahu ada anak yang dirantai itu. Terus dikoordinasikan dengan saya untuk segera ditindaklanjuti," sambung Daryuanto.

Mendapati informasi tersebut, Dinas Sosial Kota Tangsel pun langsung bergerak ke rumah Fatir dan melepas pasungan rantai di kakinya, pada Rabu 13 Maret 2019. Selanjutnya, Fatir dirawat di Rumah Singgah.

"Kedua orang tuanya kini berada di RSU Kota Tangsel. Sedang menjalani perawatan diabetes. Mereka tiga bersaudara, yang pertama ada di Malang," sambungnya. Selama dipasung, Fatir lebih banyak tinggal sendiri di rumah.

"Dia itu sering sama adiknya yang sekarang duduk di bangku Kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tetapi, kata tetangganya, dia sering pergi dari rumah dan Fatir sendiri terkurung dan terpasung rantai," jelasnya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA