Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Teknologi

Basis Data KPU Diserang Peretas Rusia dan China

Indah Pratiwi - 14/03/2019 18:19

Beritacenter.COM - Serangan siber Rusia dan China melakukan penyerangan terhadap data Komisi Pemilihan Umum(KPU) Indonesia dalam upaya mengganggu pemilihan Presiden 17 April 2019 mendatang.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, menghadapi gelombang serangan siber yang diduga mengacaukan proses pemilihan umum sampai saat ini belum diketahui apakah otoritas negara resmi atau bukan otoritas.

"Termasuk upaya untuk memanipulasi atau memodifikasi konten serta untuk menciptakan apa yang disebut pemilih hantu, atau identitas pemilih palsu," kata Arief, Rabu(14/3/2019).

Sampai saat ini belum diketahui apakah motif serangan siber ini untuk mengganggu Indonesia atau untuk membantu salah satu kandidat calon presiden menang.

"Perilaku pemilih dapat diubah dengan melegitimasi penyelenggara pemilu," katanya, merujuk pada KPU.

Kementerian Luar Negeri China menegaskan, Beijing tidak ikut campur urusan dalam negeri negara-negara lain. Kementerian Luar Negeri Tiongkok dalam sebuah pernyataan Rabu (13/3)malam dengan tegas menentang peretasan.

Namun, Pemerintah China mengaku siap bekerja sama dalam memerangi peretasan jika ada bukti.

Di lain pihak, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia menolak tuduhan serangan siber ke Indonesia. Menurutnya, tuduhan itu tidak berdasar.

"Rusia tidak berniat ikut campur dalam urusan negara lain, terutama dalam proses pemilu. Kami tidak suka kalau itu dilakukan untuk kami dan kami tidak pernah melakukannya," kata Peskov.




Berita Lainnya

Canggih, Robot Polisi Mulai Berjalan di AS

21/06/2019 12:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA