Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Runtuhnya Perjanjian INF Membuat Rusia Ciptakan Rajanya Bom Nuklir

Indah Pratiwi - 14/03/2019 13:15

Beritacenter.COM - Perjanjian Intermediate Nuclear Forces (INF) antara Amerika Serikat (AS) dan Rusia telah runtuh, membuat Tsar Bomba (Bom Tsar) jadi sorotan media internasional.

Salah satu senjata nuklir itu dianggap sebagai rajanya bom di dunia yang kekuatannya 50 megaton atau 3.000 kalinya dari ledakan bom nuklir di Hiroshima, Jepang pada perang dunia 2.

Runtuhnya perjanjian INF setelah Amerika Serikat(AS) menarik diri dari perjanjian tersebut secara bertahap hingga enam bulan ke depan. AS menuduh Moskow melanggar perjanjian pencegah perang nuklir. Kini negara Rusia yang di bawah pemerintah Presiden Vladimir Putin merespons serupa dengan menarik diri dari Perjanjian INF dan membantah Rusia tidak melanggar perjanjian dan menuduh balik Washington sebagai pelanggarnya.

Dilansir The National Interest, majalah militer di AS, dalam artikel online-nya 11 Maret mengulas bom mengerikan yang dimiliki rezim Rusia itu. Dalam radius hingga 50 mil jauhnya, siapa pun yang terkena kilatan senjata nuklir ini akan menerima luka bakar tingkat tiga dan mampu menghancurkan kota metropolitan dalam waktu singkat.

Usai berpuluh-puluh tahun, sejarawan mengidentifikasi banyak nama untuk tes Bom Tsar. Andrei Sakharov, salah satu fisikawan yang membantu mendesainnya, hanya menyebutnya "the Big Bomb (Bom Besar)".

Dalam hal ini Badan Intelijen Pusat atau CIA Amerika Serikat menjulukinya bom tersebut tes "Joe 111". Tapi nama yang lebih populer lahir dari kebanggaan Rusia dan sangat mengagumi semuanya, yakni Tsar Bomba atau Raja Bom.

Kabarnya, bom Tsar berdaya ledak nuklir tersebut ditambah menjadi 100 megaton hingga mampu menghacurkan daerah sejauh 1.200 mil.




Berita Lainnya

4 Masjid di Inggris Dirusak Orang Tidak Dikenal

22/03/2019 06:18 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA