Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Perangi Terorisme, Wiranto: Kita Tangkap.. Kalau Ngelawan Ya Kita Habisi!

Aparat keamanan kita dalam rangka melawan terorisme sangat-sangat kuat, dalam rangka tim monitor maupun melakukan hard approach, kemudian soft approach. Kemudian itu kalau ketahuan ya kita tangkap, kalau ngelawan, ya kita habisi

Aisyah Isyana - 14/03/2019 01:56

Beritacenter.COM - Menko Polhukam Wiranto berbicara prihal kinerja aparat keamanan dalam memerangi aksi terorisme. Menurutnya, aparat kemanan tak pernah lengah memantau aksi terorisme. Bahkan, teroris yang melakukan perlawanan akan langsung ditindak tegas.

"Aparat keamanan kita dalam rangka melawan terorisme sangat-sangat kuat, dalam rangka tim monitor maupun melakukan hard approach, kemudian soft approach. Kemudian itu kalau ketahuan ya kita tangkap, kalau ngelawan, ya kita habisi," kata Wiranto di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Baca juga :

Wiranto mengatakan, pemerintah saat ini terus melakukan upaya sosialisasi terkait bahaya terorisme. Pemerintah juga melakukan penyuluhan terhadap kejahatan terorisme di kepada masyrakat.

"Kita di hulu sudah mulai kita membangun satu sistem di mana masyarakat-masyarakat termarginalkan. Sudah kita mulai buat penyuluhan, bahwa terorisme itu jahat. Bahwa terorisme itu bukan akidah agama dan sebagainya," ujarnya.

Selain itu, Wiranto juga memastikan jika aksi terorisme yang terjadi di Sibolga, Sumatera Utara, sama sekali tak ada kaitannya dengan Pilpres dan Pemilu 2019. Dia berharap, aksi teror di Sibolga tidak dikait-kaitkan sebagai bagian dari upaya mengganggu pemilu.

"Di Sibolga kemarin jangan diributkan seakan-akan bagian dari mengganggu pemilu. Katanya pemilu nggak aman, nggak. Pemilu tetap kita jamin keamanannya. Karena kita sudah melakukan suatu pengamatan dari awal melalui indeks kerawanan pemilu dan kita sudah melakukan langkah-langkah untuk menetralkan itu semua. Jadi jangan dikait-kaitkan," tegasnya.

Dia juga memastikan jika pemerintah akan terus berupaya untuk mengejar dan memberantas pelaku terorisme yang meresahkan masyarakat. Salah satunya melalui Undang-Undang Antiterorisme.

"Kan undang-undang sudah direvisi dan kita sudah diberikan keleluasaan menangkap mereka walaupun mereka belum aksi. Kalau dulu kan aksi, baru ditangkap," tuturnya.




Berita Lainnya

Sapi Berkepala Dua Hebohkan Warga Bone Sulsel

25/06/2019 02:41 - Fani Fadillah

BMKG: Hari Ini Terjadi 53 Kali Gempa Tektonik

24/06/2019 21:47 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA