Monday, 22 Jul 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tuding Kubu Jokowi Bagi-bagi Sembako, TKN: Pak Amien Rais Jangan Fitnah, Mana Datanya

Dari mana data tersebut? Saya kira tidak benar. Pak Amien Rais sudahlah, jangan menebar fitnah. Kalau memang tim kami melakukan tindakan tersebut, maka silakan laporkan kepada pihak yang berwenang, silahkan laporkan kepada Bawaslu

Aisyah Isyana - 13/03/2019 22:07

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin angkat bicara soal tudingan Amien Rais yang menyebut kubu Jokowi bagi-bagi sembako hingga ke tingkat desa. TKN mempertanyakan data yang dipakai Amien Rais soal tudingan tersebut.

"Dari mana data tersebut? Saya kira tidak benar. Pak Amien Rais sudahlah, jangan menebar fitnah. Kalau memang tim kami melakukan tindakan tersebut, maka silakan laporkan kepada pihak yang berwenang, silahkan laporkan kepada Bawaslu, atau siapapun," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily di Millennium Hotel, Tanahabang, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Baca juga :

Menurutnya, Amien Rais sebagai mantan guru besar ilmu politik seharusnya dapat lebih mengerti mekanisme yang harus dilakukan saat mendapati kecurangan, bukan sekedar hanya menebar fitnah.

"Kan Pak Amien Rais itu kan mantan guru besar ilmu politik tahu bagaimana mekanisme yang harus dilalui kalau ditemukan kecurangan-kecurangan dari penyelenggara pemilu ini. Tidak hanya sekedar menebar fitnah seperti itu," imbuhnya.

Untuk itu, Ace mengimbau Amien untuk melapor ke penyelenggara pemilu, jika memang benar mendapati pelanggaran yang tak sesuai undang-undang. Menurutnya, pemilu adalah ajang untuk memilih pemimpin yang terbaik, bukan malah menebar fitnah yang tak pantas.

"Ini menunjukkan kalau memang Pak Amien Rais sudah ingin melakukan delegitimasi terhadap pemilu, bahkan menggunakan kata-kata yang menurut saya sangat tidak pantas, yaitu 'geruduk'. Itu kan artinya sama saja dengan ingin melakukan kekerasan di dalam konteks pemilu. Padahal pemilu ini ajang untuk melakukan upaya memilih pemimpin yang terbaik melalui TPS-TPS, bukan geruduk-geruduk," ungkap Ace.

Untuk diketahui, Amien Rais menyinggung politik uang yang disebutnya masuk dari kecamatan hingga kelurahan. Namun, menurutnya, politik uang yang paling berbahaya adalah ketika sudah menyentuh pimpinan negara paling tinggi.

"Tapi kalau yang kena itu pucuknya negara, ini adalah tanda dari sebuah kiamat kecil, kiamat bangsa bersangkutan," ucap ucap Amien saat berbicara di Sekretariat Nasional (Seknas) Prabowo-Sandiaga, Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (12/3).

Amien Rais meminta masyarakat untuk waspada terhadap praktik politik uang. Amien yakin pasangan nomor urut 02 bisa menang meski ada indikasi politik uang dalam Pemilu 2019.

"Teman-teman biasanya paling, kubu mereka kuat masuk ke desa, kecamatan, bahkan dikawal baju cokelat bagikan sembako untuk pilih pasangan 01 itu, tapi kalau saya semakin gendeng, semakin besar kemungkinan kalahnya, jadi insyaallah kita ini jadi kenyataan," kata Amien.

"Jadi kalau dibandingkan 01 itu, Prabowo-Sandi cekak uangnya, cekak intelijennya, hampir nggak punya apa-apa, nggak punya dukungan global dari negara tertentu, tapi insyaallah yang menang itu yang ditentukan Allah," lanjut dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA