Thursday, 23 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

Viral... Prabowo Marah, Pamwal Didesak Minta Maaf Demi Menutupi Reputasinya

Padahal, anggota pamwal tersebut telah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Terkait kemarahan Prabowo terhadap paspam sangat tidak etis, karena pasukan pengamanan bukan anak buah Prabowo. Probowo atau timnya tidak bisa memerintah seenaknya, karena menyangkut protap. Seharusnya Prabowo bicara dengan atasan Satgas Pamwal VVIP tentang bagaimana keinginan Prabowo dalam hal pengamanan.

Sari Intan Putri - 13/03/2019 19:47

Beritacenter.COM - Peristiwa Prabowo memarahi salah seorang anggota Pamwal saat di Cianjur, Jawa barat, Selasa (12/03/2019) menuai banyak cibiran dari berbagai kalangan. Dalam kejadian tersebut, Prabowo marah kepada seorang brigadir dari kesatuan brimob yang bertugas melekat dengan dirinya (capres).

Padahal, anggota pamwal tersebut telah melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang ada. Terkait kemarahan Prabowo terhadap paspam sangat tidak etis, karena pasukan pengamanan bukan anak buah Prabowo. Probowo atau timnya tidak bisa memerintah seenaknya, karena menyangkut protap. Seharusnya Prabowo bicara dengan atasan Satgas Pamwal VVIP tentang bagaimana keinginan Prabowo dalam hal pengamanan.

Prabowo juga tidak etis menegur pasukan Pamwal VVIP yang tengah menjalankan tugas sesuai protap. Karena angggota Pamwal VVIP harus disiplin melaksanakan tugas sesuai protap, sebab terkait keamanan dan keselamatan capres/cawapres itu sendiri.

Selain itu, para anggota Pamwal VVIP tersebut telah mewakafkan hidupnya demi keselamatan capres/cawapres dengan nyawanya sebagai taruhannya. Seharusnya Prabowo bisa mengapresiasi kerja mereka, bukan sebaliknya melecehkan kewibawaan mereka dan korps kepolisian.

Yang terakhir dan yang paling tidak etis adalah timnya Prabowo menyuruh Pamwal VVIP Capres meminta maaf kepada publik, seolah-olah mereka salah. Padahal hal tersebut untuk menutupi reputasi Prabowo yang buruk. Dan tidak seharusnya anggota tim Pamwal VVIP memberikan pernyataan apapun, karena dalam prosedurnya yang boleh memberikan pernyataan hanya kepala Satgas Pamwal VVIP yang berpangkat Jendral Bintang 1.

Penting juga untuk diketahui, Polri telah diberikan amanat untuk bertanggung jawab dan mengatur seluruh sistem Pengamanan Capres dan Cawapres.

Dalam setiap pengamanan, terdiri dari empat tim yang masing-masing terdiri dari tiga unit. Tapi, hal ini sedikit berbeda untuk pengamanan Presiden Jokowi. Presiden Jokowi yang juga menjadi Capres di Pilpres 2019, satu dari empat tim tersebut dibubarkan karena tetap menggunakan Paspampres.

Diketahui juga jika Tim pengamanan capres/cawapres disebut juga sebagai Satgas Pamwal VVIP. Satgas ini terdiri dari perwira dan bintara.

Setiap unit terdiri dari 1 AKBP yang bertindak sebagai ajudan. Jadi, setiap capres dan cawapres memiliki 3 ajudan yang bertugas bergiliran setiap minggunya. Sementara personel lainnya terdiri dari beberapa AKP dan Brigadir. Keseluruhannya bekerja berdasarkan protap yang ada dan penempatan pun juga sudah diatur.

Menanggapi video viral tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin tidak mau banyak berkomentar soal video capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang terlihat marah dan memukul tangan orang saat dia berada di atas mobil.

Juru Bicara TKN Arya Sinulingga masih belum paham konteks pemukulan tersebut. Namun, dia menyerahkan penilaian sikap Prabowo itu kepada masyarakat.

"Saya sih enggak mau komentar lebih jauh ya. Biarkan publik yang menilai perilaku dari masing-masing capres yang ada saat ini dan bagi kita sih biarkan itu jadi penilaian publik, bukan penilaian dari kita," tegas Arya, Selasa (12/3/2019).

Pengamat Ilmu Politik Universitas Al-Ahzar Indonesia, Ujang Komaruddin, menyayangkan sikap Probowo yang ditunjukkan kepada masyarakat, ia menilai video yang tersebar di media sosial sangat merugikan paslon nomor urut 02 terlepas dari apa yang melatarbelakangi tindakannya, masyarakat tentu melihat kekerasan sebagai sesuatu yang buruk.

"Sebagai pemimpin harusnya tegas, ramah, dan mengayomi, termasuk stafnya sendiri. Dengan hanya melihat apa yang dilakukan Prabowo di video, tentu masyarakat enggak ingin pemimpin yang melakukan kekerasan," kata Ujang.

"Apa pun alasannya, kekerasan tidak bisa dibenarkan. Itu tidak bisa dibenarkan oleh siapa pun, apalagi seorang calon presiden. Pasti akan berimplikasi memberi efek negatif ke Prabowo," pungkasnya.




Berita Lainnya

Ketua PAN Akui Kemenangan Jokowi-Ma'ruf

22/05/2019 01:05 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA