Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Agum Gumelar Bongkar Pelanggaran HAM Berat Yang Dilakukan Prabowo

Lukman Salasi - 13/03/2019 07:22

BeritaCenter.com – Beredar luas di media sosial soal pengakuan Agum Gumelar yang membongkar pelanggaran HAM berat yang dilakukan Prabowo. Berdasarkan pengakuan Agum, Prabowo terlibat kasus penculikan aktivis 1998.

Pengakuan Agum ini ada dalam sebuah video yang beredar di media sosial dan salah satunya diunggah Ulin Ni'am Yusron. Agum tampak bicara di depan banyak orang dalam sebuah kegiatan.

Agum menceritakan dirinya yang masuk ke dalam Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang ditugaskan memeriksa dugaan pelanggaran HAM berat yang dilakukan Prabowo.

Dalam video itu, Agum awalnya menjelaskan mengenai struktur anggota DKP yang diisi oleh perwira TNI bintang tiga. Selain Agum, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga masuk dalam keanggotaan DKP yang dibentuk Panglima ABRI saat itu, Wiranto.

"Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, menyelidiki kasus. Kasus pelanggaran HAM berat. Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP, sebulan lebih memeriksa yang namanya Prabowo Subianto, periksa. Dari hasil pemeriksaan mendalam, ternyata didapat fakta bukti yang nyata bahwa dia melakukan pelanggaran HAM yang berat," jelas Agum.

Agum yang juga pernah menjadi Danjen Kopassus mengaku mengetahui korban penculikan 1998. Informasi itu didapatnya dari mantan anak buahnya yang berdinas di Kopassus.

"Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya semua dong. Saya juga pendekatan dari hati ke hati kepada mereka, di luar kerja DKP. Karena mereka bekas anak buah saya dong. Di sini lah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul," ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Agum menyebut Prabowo terbukti bersalah melakukan pelanggaran HAM berat. DKP kemudian merekomendasikan kepada Panglima TNI untuk memberhentikan Prabowo dari dinas militer. Keputusan itu menurut Agum ditandatangani oleh semua anggota DKP termasuk SBY.

"Jadi DKP dengan hasil temuan seperti ini merekomendasikan kepada Panglima TNI. Rekomendasinya apa? Dengan kesalahan terbukti, yang direkomendasikan supaya yang bersangkutan diberhentikan dari dinas militer," imbuhnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA