Monday, 20 May 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Awas! Propaganda Delegitimasi Pemilu 2019, Ini Buktinya

Lukman Salasi - 12/03/2019 06:53

BeritaCenter.com – Propaganda untuk mendelegitimasi Pemilu 2019 terus bermunculan. Propaganda tersebut kian gencar dilancarkan melalui media sosial dengan memainkan isu KTP elektronik.

Dalam propaganda itu ada empat kasus KTP elektronik yang dimainkan. Keempat kasus tersebut mulai dari penjualan blangko e-KTP secara online hingga tercecernya e-KTP di Duren Sawit, Jakarta Timur. Isu ini menjadi perbincangan publik dalam kurun waktu bulan November hingga Desember 2018.

Kemudian terungkap penjulan blangko e-KTP atau semua produk e-KTP yang diedarkan ternyata ilegal tidak terkoneksi dengan pusat data Dukcapil.

Kemudian, untuk peristiwa tercecernya e-KTP rupanya yang sudah habis masa berlakunya atau expired. Produk itu dicetak pada 2011-2013.

Masuk di bulan Januari, muncul isu lain dengan beredarnya informasi mengenai 70 juta surat suara yang sudah dicoblos di nomor urut 01 dalam tujuh kontainer. KPU pun langsung mengecek kabar tersebut dengan mendatangi Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Berdasarkan hasil pengecekan, KPU menegaskan kabar tersebut adalah kabar bohong aliax hoax. Kala itu KPU menegaskan surat suara untuk Pemilu 2019 belum dicetak.

Propaganda lainnya untuk mendelegitimasi Pemilu 2019 kemudian menyerang Polri dengan tudingan tidak netral dalam Pilpres 2019. Di media sosial akun Twitter @Opposite6890 menuding Polri memiliki pasukan buzzer yang mendukung upaya pemenangan Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden petahana.

Polri sudah membantah hal tersebut. Menurut Polri, akun tersebut sengaja melakukan propaganda untuk mendelegitimasi Pemilu 2019.

"Agenda-agenda yang dimainkan adalah propaganda di media sosial. Dari bulan November-Desember (2018), yang diserang tentunya masih ingat tentang isu KTP elektronik, KTP elektronik terus di-framing dengan sasaran Kemendagri," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA