Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Soal Foto Jokowi- Ma'ruf di Kemasan Kondom, TKN Minta Polisi Segera Usut Tuntas Pelaku

Dewi Sari - 11/03/2019 11:10

Beritacenter.COM - Pasangan calon Presiden Nomor urut 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin kembali di fitnah mengenai fotonya yang berada di dalam kemasan kondom. Mengenai hal itu Wakil Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanya Nasional (TKN), Hermawi Taslim meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas penyebaran foto tersebut karena sudah terlewat batas.

Politisi Partai Nasdem itu mengatakan dirinya mengecam keras atas penyebaran fitnah tersebut. Dipastikan gambar itu adalah hoaks yang sengaja merusak citra dari Jokowi - Amin.

"Cara-cara biadab dan tidak beretika seperti itu tidak boleh ada toleransi sedikitpun. Harus dibasmi. Tidak boleh berkembang menjadi budaya politik di Indonesia," ujar Taslim dalam keterangan pers tertulisnya, Senin (11/3/2019).

Baca Juga : Jokowi-Ma'ruf Difitnah Melalui Kemasan Kondom, TKN Cara Biadab dan Tak Beretika

Dia mengatakan, Partai Nasdem mengecam keras penyebaran hoaks seperti itu karena sudah tergolong kampanye hitam dengan niat menjatuhkan lawan. Bahkan, itu dapat memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

"Nasdem berharap polisi harus sangat serius mengusut ini. Siapa pun pelakunya harus dihukum. Kalau pun rakyat biasa,tetap harus diproses. Jangan sampai dimaafkan dengan alasan mereka hanya diperalat," katanya lagi.

Taslim menuturkan dalam Pilpres 2019 ini kita harus membuat wahana demokrasi yang bermoral, beretika dan sehat serta jauh dari praktik-praktik kebiadaban.

Masa kampanye, khususnya kampanye pilpres, harus menjadi momentum pemaparan program, visi dan misi para kandidat agar publik mempunyai gambaran mengenai para calon pemimpin. Bukannya merusak sendi-sendi demokrasi dengan cara menyebarkan fitnah yang keji tidak bermoral seperti ini.

"Kita sungguh-sungguh mengecam bahkan mengutuk praktik seperti ini. Sudah melewati batas. Tidak beretika sama sekali. Karena itu penegakan hukum harus berjalan," tegasnya.

 




Berita Lainnya

Sah Revisi UU KPK, Istana: Ini Sudah Final

17/09/2019 15:29 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA