Saturday, 04 Jul 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Terbongkar! BPN Prabowo Siapkan Skenario Kekalahan, Ini Buktinya

Lukman Salasi - 06/03/2019 06:35

BeritaCenter.com – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengungkap skenario kekalahan yang mulai dilakukan BPN Prabowo di Pilpres 2019. Salah satu buktinya dengan upaya mendelegitimasi KPU dengan berbagai tudingan kecurangan yang coba dimainkan BPN.

Juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, membaca narasi-narasi BPN yang kerap menuding adanya kecurangan atau KPU tidak netral upaya pembentukan alibi jika kalah.

"Kan ada Bawaslu, ada DKPP, secara politik diawasi oleh DPR, oleh Komisi II, gitu. Jadi kami menduga ada upaya yang sistematis untuk melakukan terhadap pemilu sekarang ini dengan cara menyampaikan narasi-narasi yang menurut kami memang sangat tendensi mengarah kepada alibi kekalahan," ucap Ace di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2019).

Begitu juga dengan Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, sependapat dengan pernyataan Ace. Dia menyebut ada sebuah desain untuk alibi kekalahan.

"Seperti Bung Ace bilang, itu kan desain kalah. Jadi kalau saya membuat perumpamaan, ini bagaikan permainan kelereng anak dan ketika sudah tahu mau kalah, kemudian permainannya dikacaukan. Ada arah ke sana," sebut Hasto.

"Oleh karena itulah kami menanggapi ini secara serius karena seluruh mekanismenya sudah tersedia. Seluruh desain pemilu yang demokratis sudah tersedia," imbuh Hasto.

Hasto heran jika pihaknya dituding curang. Bawaslu sebagai pengawas pemilu, lanjutnya, membua ruang kepada publik untuk meng-clear-kan masalah.

"Itu kan menunjukkan bahwa ruang untuk menyampaikan keberatan itu jg dibuka, dgn sidang2 yg ada di bawaslu. Fairness-nya dibangun, jd dimana aspek dr kecurangan itu.

"Karena itulah ketika ini dilakukan secara masif dan juga sistematis, berarti ini sebuah desain. Makanya kami katakan, ini merespons, karena dari seluruh survei yang dilakukan, elektoral Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin itu memang jauh di atas Pak Prabowo dan Sandi, terlebih setelah debat yang terakhir," ucapnya.

 




Berita Lainnya

ADIL DALAM LIHAT RUU HIP

30/06/2020 14:50 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA