Thursday, 23 May 2019
Temukan Kami di :
Keuangan

Menkeu Sri Mulyani Jawab Tudingan Capres Prabowo Subianto

Indah Pratiwi - 01/03/2019 07:15 Menteri Keuangan, Sri Mulyani

Beritacenter.COM - Menteri Keuangan(Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan kebijakan penarikan utang pemerintah sudah disesuaikan dengan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan itu telah ditimbang secara matang-matang komposisi penerbitan utang luar negeri dan domestik.

"Jadi, saya menerbitkan utang sesuai dengan undang-undang, saya menerbitkan utang bukan karena saya hobi menerbitkan," kata Sri Mulyani dalam CNBC Economic Outlook, Kamis (28/2/2019).

Penerbitan utang, kata Sri, setiap tahun itu selalu mengacu kepada asumsi defisit negara dalam UU APBN. Dengan demikian, utang digunakan untuk memenuhi kebutuhan defisit tersebut. Pemerintah mematok target defisit negara hingga 1,84 persen atau Rp296 triliun dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Pada tahun lalu, realisasi desifit APBN sebesar 1,72 persen terhadap PDB, atau jauh di bawah target defisit dalam APBN 2018 yang dipatok sebesar 2,19 persen dari PDB.

"Itu berarti kita terbitkan SUN sebesar itu (target defisit) ditambah dengan roll over utang jatuh tempo. Untuk periode 2018-2019 memang utang jatuh temponya cukup besar," ujarnya.

Berdasarkan data dan laporan dari Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah per akhir Januari mencapai Rp4.498 triliun. Angka ini meningkat 13,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp3.958 triliun.

Namun, khusus tahun 2019, pemerintah telah menarik utang sebesar Rp122,5 triliun atau lebih tinggi 353,7 persen dibanding Januari tahun sebelumnya yakni Rp27 triliun.

Sebelumnya, Calon Presiden Prabowo Subianto menuding menkeu sekarang hobi mencetak utang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA