Tuesday, 11 Aug 2020
Temukan Kami di :
Politik

Singgung Setan dalam diri Ratna, TKN: Politisasi? Kok Ngak Malu Bicara Seperti Itu

Kok nggak malu ya bicara seperti itu? Sudah bohongi rakyat, masih juga nggak sadar telah berbuat zalim pada orang lain

Aisyah Isyana - 28/02/2019 19:47

FOKUS : Ratu Hoaks

Beritacenter.COM - Tim Kampaye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyebut Ratna Sarumpaet pintar bersilat lidah, lantaran menuding kasus hoax dan penangkapan dirinya bernuansa politik. TKN juga menyinggung soal setan di dalam dirinya, yang dulu sempat diungkapkan Ratna sendiri.

"Manusia satu ini memang pintar bersilat lidah, sebentar A sebentar B. Sudah berbohong dan minta maaf pada publik, sekarang ngomong lain lagi. Kemungkinan setan yang ada di dalam dirinya seperti yang dia sebutkan sebelumnya yang masih bersemayam di hatinya belum keluar dan masih bicara atas nama dirinya," kata juru bicara TKN Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Baca juga:

Menyebut kasus-nya dipolitisasi, Irma mengaku heran atas sikap Ratna yang masih belum sadar akan kesalahan yang diperbuatnya. Terlebih, saat ini Ratna kembali melemparkan tudingan yang tak berdasar.

"Politisasi? Kok nggak malu ya bicara seperti itu? Sudah bohongi rakyat, masih juga nggak sadar telah berbuat zalim pada orang lain," kata politikus NasDem tersebut.

Irma juga mengomentari prihal salam dua jari yang ditunjukkan Ratna sebelum sidang. Dia menilai, apa yang diperlihatkan Ratna sudah menjelaskan jika dirinya pendukung setia Prabowo-Sandiaga.

"Artinya? Yang namanya die hard 02 ya tetap saja 02 kan? Artinya lagi? Mungkinkah dia bekerja sendiri? Semoga masyarakat bisa cerdas melihat yang tersirat dan tersurat," ungkapnya.

Sebelumnya, Ratna sempat menuding ada ketegangan yang luar biasa saat penyidikan, di sidang perdananya hari ini. Meski mengaku bersalah karena berbohong, ia menuding kasus yang menimpanya dan penangkapan terhadap dirinya dipolitisasi.

"Aku cuma secara umum minta, karena aku merasa ini semua politisasi, penangkapan saya politisasi. Aku anggap nggak harus ditangkap juga toh bisa lihat tiketnya juga kok yang kayak gitu gitu," jelas Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/2).

Menanggapi tudingan Ratna, pihak kepolisian membantah tegas adanya unsur politisasi seperti yang dituduhkan. Polisi menegaskan jika pihaknya netral dan memastikan jika penyidik bekerja sesuai prosedur.

"Tidak ada unsur politisasi di kasus apapun. Yang jelas polisi itu bersikap netral. Penyidik bekerja sesuai Undang-Undang yang berlaku," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (28/2).




Berita Lainnya

Demokrat Singgung Prabowo Terkait Regenerasi

09/08/2020 08:56 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA