Tuesday, 11 Aug 2020
Temukan Kami di :
News

Tak Sepakat Soal Politisasi, TKN: Justru Ratna yang Berpolitik, Berbohong untuk Serang Jokowi

Polisi bekerja berdasar fakta dan data, bukan opini. Jadi tidak benar polisi mempolitisasi, justru Mbak Ratna yang berpolitik karena berbohong atau mendiamkan kebohongan untuk menyerang Jokowi

Aisyah Isyana - 28/02/2019 18:41

FOKUS : Ratu Hoaks

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin angkat bicara terkait tudingan Ratna Sarumpaet yang menyebut kasus hoax pengaiayaan bernuansa politik.TKN justru menyebut Ranta lah yang sejak awal berpolitik untuk menjatuhkan Jokowi.

"Polisi bekerja berdasar fakta dan data, bukan opini. Jadi tidak benar polisi mempolitisasi, justru Mbak Ratna yang berpolitik karena berbohong atau mendiamkan kebohongan untuk menyerang Jokowi. Tapi saya setuju dengan dia soal klarifikasi di dalam persidangan, bukan di media. Kita tunggu saja," ungkap influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Eva Kusuma Sundari, Kamis (28/2/2019).

Baca juga :

Terkait adanya hal ini, Eva meminta Ratna agar tak tanggung untuk jujur di ruang sidang kedepannya. Eva juga menyinggung soal akhlak yang seharusnya menjadi pertimbangan Ratna. Menurutnya, berbohong untuk politik sangatlah tak berakhlak.

"Mauku Mbak Ratna tidak tanggung untuk jujur, perspektif akhlak tetap ada ketika mengakui bahwa dia memang bohong. Berbohong untuk politik itu amat tidak berakhlak karena merugikan pihak lain serta bukan pendidikan politik yang baik," kata Eva.

Eva berharap Ratna Sarumpaet dapat segera membuka siapa aktor intilektual di balik kasus hoax penganiayaaan. Dia juga mengaku sangat menyayangkan sikap Ratna yang sempat diam saat sejumlah elite kubu Prabowo-Sandiaga membeberkan soal penganiayaan, yang ternyata akhirnya terbongkar hanya lebam akibat operasi plastik.

"Semoga dia membuka konspirasi pembohongan publik yang sedang berlangsung karena kita tahu bahwa dia diam dan mendiamkan ketika ada tokoh lain yang kapitalisasi dengan menyebarkan berita-berita bohong. Mereka tahu bahwa RS (Ratna Sarumpaet) tahu bahwa mereka bohong nggak? Dia harus bantu polisi membongkar motif hoax," ucap anggota DPR RI itu.

Sebelumnya, Ratna sempat menuding ada ketegangan yang luar biasa saat penyidikan, di sidang perdananya hari ini. Meski mengaku bersalah karena berbohong, ia menuding kasus yang menimpanya dipolitisasi.

"Aku cuma secara umum minta, karena aku merasa ini semua politisasi, penangkapan saya politisasi. Aku anggap nggak harus ditangkap juga toh bisa lihat tiketnya juga kok yang kayak gitu gitu," jelas Ratna di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (28/2).

Menanggapi tudingan Ratna, pihak kepolisian membantah tegas adanya unsur politisasi seperti yang dituduhkan. Polisi menegaskan jika pihaknya netral dan memastikan jika penyidik bekerja sesuai prosedur.

"Tidak ada unsur politisasi di kasus apapun. Yang jelas polisi itu bersikap netral. Penyidik bekerja sesuai Undang-Undang yang berlaku," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (28/2).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA