Saturday, 20 Apr 2019
Temukan Kami di :
News

Habib Bahar Terancam 8 Tahun Bui Terkait Kasus Penganiayaan 2 Remaja

Sesuai pasal yang didakwakan, ancaman hukuman tertinggi delapan tahun (penjara)

Aisyah Isyana - 28/02/2019 17:54

Beritacenter.COM - Habib Bahar bin Smith jalani sidang perdana kasus penganiayaan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kamis (28/2). Bahar didakwa melakukan penganiayaan terhadap dua remaja dan terancam hukuman mencapai 8 tahun penajara.

Jaksa menjerat Bahar dengan pasal berlapis, yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca juga:

"Sesuai pasal yang didakwakan, ancaman hukuman tertinggi delapan tahun (penjara)," ucap Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Abdul Muis Ali kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Jaksa dari Kejaksaan Negeri Cibinong mendakwa Habib Bahar telah melakukan penganiayan terhadap dua remaja, yakni Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi di pondok pesantren (Ponpes) Tajul Alawiyyin, yang merupakan Ponpes milik Bahar.

Dalam dakwaannya, jaksa menguraikan secara detail aksi penganiayaan yang dilakukan Habib Bahar. Aksi penganiayaan itu bermula saat Bahar meradang lantaran Cahya Abdul Jabar disebut mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar di Bali.

Atas adanya peristiwa itu, Bahar mengutus santrinya untuk mencari korban untuk di bawa ke Ponpes Tajul Alawiyyin. Setelah kedua korban ditemukan dibawa ke Ponpes, kedua korban dianiaya bahkan diminta untuk berkelahi satu sama lain. Penganiayaan itu dilakukan Bahar dengan melibatkan 15 santrinya.

Tak hanya menganiaya korban, Bahar juga meminta santrinua untuk mencukur botak kedua korban. Bahkan ada santri yang menjadikan kepala salah satu korbannya asbak. Santri itu mematikan rokok di kepala korban.




Berita Lainnya

9 Polisi Gugur Saat Amankan Pemilu

19/04/2019 21:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA