Wednesday, 30 Sep 2020
Temukan Kami di :
News

Ratna Sarumpaet soal Belum Dijenguk Prabowo: Dia Kan Lagi Sibuk Kampanye

Aisyah Isyana - 28/02/2019 16:33

Beritacenter.COM - Pasca ditahan lantaran kasus hoax penganiayaan yang menjeratnya, Ratna Sarumpaet masih belum dijenguk Prabowo Subianto dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Ratna menyebut hal itu terjadi lantaran Prabowo tengah sibuk kampanye.

"Ya dia kan lagi sibuk kampanye," ujar Ratna setelah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Jl Ampera Raya, Kamis (28/2/2019).

Baca juga:

Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan surat dakwaan pada sidang perdana kasus hoax Ratna Sarumpaet. Dalam dakwaan, Ratna disebut telah bikin onar dengan menyebarkan hoax penganiayaan yang dialaminya.

"(Terdakwa) Menceritakan mengenai penganiayaan dan mengirimkan foto dalam keadaan bengkak merupakan rangkaian kebohongan terdakwa untuk mendapat perhatian dari masyarakat termasuk tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno," ujar JPU di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (Jaksel), Jl Ampera Raya, Kamis (28/2/2019).

Kebohongan Ratna bermula usai operasi plastik yang dilakukannya di RS Bina Estetika, Menteng, Jakpus. Ratna mengambil foto wajahnya lalu menyebarkannya lewat WhatsApp, salah satunya ke Rocky Gerung.

Tak hanya itu, Ratna juga meminta bantuan Said Iqbal untuk dipertemukan dengan Prabowo Subianto. Ratna, menurut jaksa, menyampaikan keinginan yang sama, yakni bertemu dengan Prabowo, saat berbicara dengan Fadli Zon.

Alhasil, Ratna bertemu dengan Prabowo Subianto pada 2 Oktober 2018 di Hambalang. Hadir pada pertemuan itu, Amien Rais, Said Iqbal, Fadli Zon, Sugiono, dan Nanik Sudaryati. Menurut jaksa, Nanik Sudaryati menyampaikan kronologi penganiayaan Ratna kepada Prabowo dalam pertemuan.

Setelah pertemuan, Prabowo menggelar jumpa pers di kantor pemenangan Prabowo-Sandi di Jl Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jaksel, sekira pukul 20.00 WIB, Selasa (2/10/2018). Hadir pada jumpa pers itu, Amien Rais, Nanik Sudaryati, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Djoko Santoso.

"Dalam konferensi pers tersebut, disampaikan oleh Saudara Prabowo Subianto, di antaranya meminta pemerintah mengusut tuntas penganiayaan yang dialami terdakwa Ratna Sarumpaet," kata jaksa.

Jaksa menyebut perbuatan Ratna Sarumpaet menceritakan tentang penganiayaan dan mengirimkan foto wajah dalam keadaan lebam dan bengkak sebagai rangkaian kebohongan Ratna untuk mendapat perhatian dari masyarakat, termasuk tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Padahal wajah lebam dan bengkak itu akibat tindakan medis operasi perbaikan muka.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA