Wednesday, 11 Dec 2019
Temukan Kami di :
Politik

WNA Miliki E-KTP di Cianjur, Ketua KPU Cianjur : Itu Kesalahan Input Data dari Kemendagri, Jika Ada WNA Datang Mau Nyoblos Kami Tolak

Munculnya Nomor Induk Kependudukan atas nama Guohui Chen yang berkewarganegaraan China merupakan kesalahan input data dari Kementerian Dalam Negeri.

Sari Intan Putri - 28/02/2019 10:46

Beritacenter.COM - Hilman Wahyudi selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cianjur menyebut jika tidak ada warga negara asing (WNA) yang terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019.

Munculnya Nomor Induk Kependudukan atas nama Guohui Chen yang berkewarganegaraan China merupakan kesalahan input data dari Kementerian Dalam Negeri.

"Nomor induk dalam KTP itu terdaftar atas nama Bahar, warga Gang Arrohim RT 01/RW 03, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Alamat dan identitasnya berbeda, jadi yang terdaftar di DPT itu tetap atas nama Bahar, hanya NIK-nya yang beda," ujar Hilman.

Selain itu, Hilman juga memastikan jika tak ada WNA yang menjadi pemilih di Kabupaten Cianjur karena dalam aturannya hanya WNI yang memiliki hak pilih.

"Nanti juga saat pemungutan suara dipastikan petugas tempat pemungutan suara (TPS) akan memeriksa KTP pemilih. Jika ada warga asing yang datang akan kami tolak," kata Hilman.

Untuk perubahan NIK yang terdapat perbedaan itu, dikatakan Hilman, pihak KPU, akan menunggu rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Cianjur.

"Kami tunggu rekomendasi Bawaslu untuk memperbaiki kesalahan input data NIK tersebut," kata Hilman.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Cianjur, Tatang Sumarna, mengaku sudah melakukan penelusuran adanya NIK yang terdaftar di DPT TPS 009 Kelurahan Sayang. Hasilnya, kata Tatang, nama dan alamat yang terdaftar sudah benar atas nama Bahar.

"Hanya masalah perbedaan NIK. Sebab, NIK yang terdaftar atas nama Guohui Chen beralamat di tempat berbeda. Artinya, yang diakui di DPT adalah Bahar," tutur Tatang.

Tatang menambahkan, Bawaslu akan segera membuat surat rekomendasi kepada KPU untuk melakukan perbaikan. "Hari ini kami segera mengeluarkan surat rekomendasi untuk perbaikan," kata Tatang.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA