Thursday, 29 Oct 2020
Temukan Kami di :
Politik

Bawaslu Lakukan Investigasi Terkait Dugaan Kampanye di Acara Munajat 212

Tim kami akan melalukan investigasi kepada panitia pelaksana, hasil pengawasan, pemberitahuan ke polisi, kita komunikasi ke pengola acara, ke Monas. Semua dilakukan

Aisyah Isyana - 24/02/2019 15:04

Beritacenter.COM - Bawaslu akan melakukan investigasi terkait dugaan kampanye dalam acara Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat. Hingga saat ini, pihak Bawaslu masih mencari bukti-bukti terkait ada tidaknya dugaan kampanye dalam acara tersebut.

"Tim kami akan melalukan investigasi kepada panitia pelaksana, hasil pengawasan, pemberitahuan ke polisi, kita komunikasi ke pengola acara, ke Monas. Semua dilakukan," kata Ketua Bawaslu DKI, Muhammad Jufri saat ditemui di Masjid Al Ittihaad, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (24/2/2019).

Baca juga :

Jufri mengatakan, pihaknya juga tengah mencari tahu siapa saja yang diundang dalam acara itu, model undangannya seperti apa dan pemberitahuannya seperti apa.

"Kita harus ketahui ini undangannya siapa yang diundangan, modelnya undangan kayak apa, kemudian pemberitahuannya seperti apa, apa kampanye atau bukan. Kemudian hasil data-data yang diperoleh, hasil rekaman itu kita masih simpulkan," tambahnya.

Usai mengumpulkan semua data dan bukti, jelas Jufri, pihaknya akan melakukan pengkajian terlebih dahulu. Nantinya, baru dapat disimpulkan benar atau tidaknya ada dugaan kampanye dalam acara tersebut.

"Karena yang namanya kampanye itu kan harus komprehensif. Kita menilai bahwa itu kampanye atau tidak. Kampanye kan penyampaian visi-misi, program. Bukti itu semua kita kumpulkan karena hasil pengawasan ini banyak dilakukan di lapangan. Kita kumpulkan dulu baru kita lakukan penilaian," sebutnya.

Sejauh ini, Bawaslu DKI masih belum menyimpulkan hasi dari pengumpulan data tersebut. Jufri mengatakan, bila sesuai aturan Bawaslu memiliki waktu paling lambat 7 hari setelah kejadian untuk memutuskan hasilnya.

"Itu menurut aturan tapi kita tidak mematok seperti itu. Bisa saja hari ini atau besok atau lusa kalau data-data terkumpul baru kita lalukan kajian awal, apa itu pelanggaran atau bukan. Karena ini teman-teman divisi pengawasan sedang lalukan investigasi terhadap data yang dibutuhkan," kata Jufri.

Untuk diketahui, adanya dugaan terkait politisasi acara Munajat 212 disampaikan jubir Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin Abdul Kadir Karding. Dia sejak awal menduga acara itu bermuatan politik karena dihadiri tokoh-tokoh politik dari kubu Prabowo.

"Kami sejak awal menduga acara munajat ini pastilah ada kaitannya dengan politik. Lalu MUI DKI mengundang. Itu saya kira ada hubungannya dengan Pak Anies (Anies Baswedan/Gubernur DKI Jakarta). Yang semua orang tahu itu Pak Anies afiliasi politiknya ke 02. Pasti orang-orang 02 yang banyak," ujar Karding.




Berita Lainnya

Ganjar Pronowo Teratas di Survei Pilpres IPO

28/10/2020 20:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA