Tuesday, 19 Mar 2019
Temukan Kami di :
Politik

Kekerasan Yang Menimpa Wartawan di Acara Munajat 212 Mendapat Kutukan

Indah Pratiwi - 23/02/2019 00:08

Beritacenter.COM - Aksi kekerasan terhadap wartawan yang terjadi di Acara Malam Munajat 212 di Monas, Jakarta, Kamis (21/2/2019) malam mendapat kutukan, salah satunya dari partai PSI.

“Ini adalah intimidasi atas kemerdekaan pers. Selain harus diusut dengan pasal penganiayaan, para pelaku juga harus dijerat UU Pokok Pers karena menghalang-halangi kerja wartawan. PSI mengutuk peristiwa kekerasan itu dan mendesak para pelaku dihukum berat” ujar Juru bicara PSI Andy Budiman, Jumat (22/2/2019).

Dia melanjutkan, ia juga mantan wartawan dan aktivis kebebasan berbicara dan berkeyakinan mengatakan kelompok-kelompok tersebut sering melakukan tindak kekerasan atas nama demokrasi. Dia menyebut mereka sebagai penunggang gelap demokrasi.

“Kelompok-kelompok ini sering bertindak atas nama kebebasan dan demokrasi. Tapi mereka berkali-kali melecehkan, dan kini menganiaya wartawan. Mereka adalah penunggang gelap demokrasi. Prilaku mereka adalah alarm bagi kita yang masih menginginkan kebebasan dan demokrasi di negeri ini”, tegas caleg DPR RI Jatim I Surabaya-Sidoarjo itu.

Sebelumnya, telah terjadi kekerasan yang menimpa wartawan yang mendapatkan intimidasi dari massa beratribut FPI saat meliput kegiatan Malam Munajat 212. Mereka keberatan media meliput saat seorang copet tertangkap sehingga wartawan menerima kekerasan fisik dan memaksa beberapa wartawan menghapus rekaman video kejadian tersebut.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA