Tuesday, 19 Mar 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Terbongkar! Prabowo Bohong Soal Lahan Yang Dikuasai Ternyata Bukan HGU

Lukman Salasi - 21/02/2019 19:25

BeritaCenter.com – Status lahan yang dikuasai capres Prabowo Subianto di Aceh dan Kalimantan ternyata bukanlah hak guna usaha (HGU). Prabowo telah melakukan kebohongan publik telah sebut lahannya HGU.

Kebohongan Prabowo terbongkar setelah Ombudsman melakukan identifikasi. Menurutnya, status lahan negara yang dikuasai Prabowo bukan HGU melainkan Hutan Tanaman Industri (HTI).

"Semua orang sibuk membahas tentang isu lahan yang kemarin disampaikan debat. Pertama, hasil identifikasi yang dilakukan itu bukan HGU. Tanah yang dimiliki Pak Prabowo itu sebetulnya adalah izin tanaman hutan industri, berbeda itu ya," kata Ahmad Alamsyah Saragih dalam acara Ngopi Bareng Ombudsman di gedung Ombudsman, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2019).

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Taufiqulhadi, juga menyebut lahan Prabowo bukan HGU.

"Jika ada yang mengatakan status kepemilikan tanah Pak Prabowo di Kalimantan dan Aceh adalah HGU, itu salah sama sekali. Tapi yang benar adalah Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri (IUPHHK-HTI)," kata Taufiqulhadi dalam keterangannya, Selasa (19/2/2019).

Menurut politikus asal Aceh tersebut, lahan seluas 220 ribu hektare di Kabupaten Pasir Penajam, Kalimantan Timur, adalah cadangan untuk pabrik Kiani Kertas yang semula dimiliki Bob Hassan dan kemudian diambil alih oleh Prabowo menjadi PT Kiani Nusantara.

"Kiani Nusantara kini bangkrut, namun Prabowo dan Hasjim Djojohadikusumo tetap mempertahankan penguasaan izin IUPHHK-HTI tersebut dikarenakan banyak terkandung batu bara di kawasan tersebut. Mestinya izin tersebut kembali ke negara, mengingat tidak ada lagi pabrik kertas (yang semula menjadi dasar pemberian izin tersebut)," ujarnya.

Lahan seluas 120 ribu hektare milik Prabow di Aceh dikuasai atas nama PT Tusam Hutan Lestari yang memasok kebutuhan bahan baku PT Kertas Kraft Aceh (KKA). Pabrik kertas ini, disebutkan Taufiqulhadi, juga bangkut, namun Prabowo tetap mempertahankan penguasaan kawasan hutannya.

"Tetap saja Pak Prabowo mempertahankan penguasaan kawasan hutannya dan kini telantar dengan kerusakan hutan yang parah karena perusahaan ini tidak memenuhi kewajibannya, yakni 'menanam kembali' kayu-kayu yang ditebang. Jadi dalam hal ini terdapat kesalahan mendasar dengan statement Pak Prabowo," ungkap anggota Komisi III DPR itu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA