Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
News

Soal Acara Doa dan Zikir di Monas, MUI Pusat Imbau Agar Tak Dicemari Politik Praktis

Mengingat sekarang bangsa Indonesia sedang memasuki masa kampanye, kami mengimbau agar acara yang sangat mulia tersebut tidak tercemari oleh kegiatan politik praktis, sehingga tidak mengurangi nilai kesakralan dari kegiatan doa dan zikir tersebut

Aisyah Isyana - 21/02/2019 18:39

Beritacenter.COM - Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi mengimbau agar kegiatan zikir dan doa di acara Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, tak dicemari politik praktis. Menurutnya, acara yang sangat mulia dan sakral seperti doa dan zikir, sebaiknya tak dicemari kegiatan politik praktis.

"Harapan kami acara tersebut terlaksana dengan lancar, tertib, khidmat, dan benar-benar diisi dengan kegiatan keagamaan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub ilallah)," kata Zainut seperti dilansir detik, Kamis (21/2/2019).

Baca juga :

"Mengingat sekarang bangsa Indonesia sedang memasuki masa kampanye, kami mengimbau agar acara yang sangat mulia tersebut tidak tercemari oleh kegiatan politik praktis, sehingga tidak mengurangi nilai kesakralan dari kegiatan doa dan zikir tersebut," ia mengingatkan.

Oleh karenanya, Zainut mengaku juga sudah memberi imbauan kepada MUI Provinsi DKI Jakarta, yang turut memprakarsai kegiatan itu. Dia berharap, MUI tetap menjadi simpul dan pemersatu umat.

"Kepada MUI Provinsi DKI yang ikut memprakarsai kegiatan tersebut kami mengimbau untuk tetap menjadikan organisasi MUI sebagai simpul dan pemersatu umat, menjaga ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathoniyah demi terwujudnya kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis dan bersatu," ujarnya.

Sebelumnya, MUI DKI Jakarta juga menegaskan jika kegiatan selawat dan zikir di Monas malam ini tak terkait urusan politik. MUI Jakarta menegaskan jika kegiatan itu digelar dengan tujuan mempererat persatuan semua elemen bangsa Indonesia.

"Jadi tidak ada tendensi dari politik kemudian dikaitkan dengan apa, tidak ada. Justru saling menyatukan semuanya, menyejukkan semuanya, politik adalah urusan pribadi masing-masing. MUI tidak bermain di ranah itu," kata Sekretaris Bidang Infokom MUI DKI Jakarta, Nanda Khairiyah, saat dihubungi, Kamis (21/2).

Nanda menegaskan jika pihaknya tak akan mengundang para tokoh politik, termasuk capres Prabowo dan cawapres Sandiaga Uno. Menurutnya, MUI mengambil inisiatif untuk menggelar kegiatan itu lantaran khawatir ada pihak pihak dengan kepentingan tertentu memanfaatkan momen 212 tersebut.

"Jadi kenapa kalau 212? 21 Februari karena angka ini sudah telanjur melekat di masyarakat kita, nah MUI ini melihat sebagai organisasi yang netral melihat khawatir akan adanya yang memanfaatkan momentum dan lain-lain. Jadi daripada yang lain-lain yang membuat acara itu, lebih baik MUI yang membuat, yang putih bersih, netral, dan menyejukkan dan menyatukan," kata Nanda.

"Kenapa tanggal 21 bulan Februari? Pertama, karena bertepatan dengan malam Jumat. Jadi ritual pengurus MUI DKI suka tahlil, suka ngaji kalau malam Jumat. Kemudian kita besarkan untuk kita menyejukkan," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA