Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

Soal Isu Tenaga Kerja Asing, TKN: Bukti Prabowo Inkonsisten, Tuduh Orang Pro-Asing, Padahal..

Pengakuan eks Panglima GAM Linge ini memperjelas bukti bahwa Pak Prabowo semakin inkonsisten. Ini menambah bukti sikapnya yang menuduh pihak lain pro-asing, padahal ternyata perusahaannya pun memperkerjakan tenaga kerja asing

Aisyah Isyana - 21/02/2019 17:19

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf angkat bicara soal pernyataan eks Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilauah Linge, Fauzan Azima, yang menyebut PT Tusam Hutani Lestari (THL) milik Prabowo Subianto di Aceh banyak mempekerjakan tenaga asing. TKN menilai, perngakuan Fauzan memperjelas bukti jika Prabowo pro-asing.

"Pengakuan eks Panglima GAM Linge ini memperjelas bukti bahwa Pak Prabowo semakin inkonsisten. Ini menambah bukti sikapnya yang menuduh pihak lain pro-asing, padahal ternyata perusahaannya pun memperkerjakan tenaga kerja asing," ujar juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Kamis (21/2/2019).

Baca juga :

Ace mengatakan, pengakuan Fauzan itu telah memperjelas inkonsistensi Prabowo dan kubunya. Terlebih, Prabowo dan kubunya kerap menggembar-gemborkan anti asing dan menggoreng isu tenaga kerja asing (TKA).

"Ini menunjukkan Pak Prabowo ini seperti 'menepuk air didulang tepercik muka sendiri'. Sudah menguasai lahan yang luas atas nama tidak boleh dikuasai asing, eh malah pekerjanya mempekerjakan asing juga. Ini kontradiktif dengan apa yang selalu digembor-gemborkannya," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Fauzan Azima yang merupakan mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge mengaku lahan PT Tusam Hutani Lestari (THL) milik Prabowo Subianto di Aceh saat ini dimanfaatkan untuk pengambilan getah pinus. Dia menyebut pihak perusahaan mempekerjakan tenaga asing di sana.

"Sekarang lahan itu mereka manfaatkan untuk ambil getah. Ada sebagian masyarakat (yang ambil getah), dan pihak ketiga. Kalau dulu (di sana) banyak dari luar. Dari China juga ada. Awalnya tenaga-tenaga kerja China semua di situ," kata Fauzan, Kamis (21/2).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA