Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

Dedi Mulyadi: BPN Prabowo Sibuk Serang Jokowi Dibanding Kampanye

Fani Fadillah - 21/02/2019 16:37 Dedi Mulyadi

Beritacenter.COM - Pada masa kampanye saat ini, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai kubu Prabowo-Sandiaga lebih sibuk menyerang Joko Widodo ketimbang berkampanye.

"Itu bagaian dari strategi yang sengaja digunakan lawan yang saat ini merupakan oposisi. Setiap langkah Pak Jokowi sebagai presiden itu salah dan dijelekkan," kata Dedi, Kamis (21/2) di Purwakarta.

Baca juga:

Tak jarang, Menurutnya, serangan dari lawan politik sering tak berdasar alias ngawur. "Jadi semakin ngawur semakin sini, banyak isu-isu yang tidak mendasar. Asal keluar dari mulut saja tanpa memikirkan aspek-aspek tertentu bahkan tidak sesuai dengan fakta," ujarnya.

Terlebih lagi, kata Dedi, hoaks sering menjadi peluru bagi kubu oposisi sulit dibedakan oleh kaum intelektual. Hal ini membuat suatu fakta dari pemerintahan Jokowi menjadi 'kabur'.

"Contohnya berbagai berita atau kejadian yang terjadi di luar negeri dimasukan ke Indonesia, kejadian di India dibilang di Sukabumi kejadian di China diberitakan di Jawa Tengah," ucapnya.

Meski demikian, Dedi mengaku sudah mengimbau jajarannya dan pendukung untuk tidak terpancing atau terpengaruh isu dari oposisi. Dia menilai isu hoaks lebih baik dilawan dengan kampanye kreatif dan mendidik.

"Biarin saja nanti juga mereka cape dan diam sendiri kalau sama dilawan kita menghabiskan energi yang tidak manfaat, maka tetap kampanye positif saja," imbuh dia.

Dia menganalisis, alasan kubu lawan menyerang Jokowi karena Prabowo tidak memiliki prestasi dan pengalaman di pemerintahan.

"Kubu lawan ini sudah mengeluarkan jurus mabuk jadi saya lawan dengan jurus taichi, jadi ikuti saja alurnya kemana tanpa harus menyerang balik," tegasnya.

Dedi menjelaskan, kampanye itu selayaknya mengeluarkan gagasan yang akan dilakukan dan prestasi yang telah dicapai, bukan saling serang yang tidak mendidik masyarakat, "kita pikirkan nasib masyarakat jangan jadi korban kampaye kepentingan pilpres kali ini," ujarnya.

Politikus Golkar ini menambahkan, Jokowi bukan kurang memberikan harapan kepada masyarakat di Pilpres tahun ini. Akan tetapi, kata Dedi, Jokowi berhati-hati dan ucapan yang disampaikan pun harus berbasis data dan fakta.

"Ini juga bukan persoalan bertahan, namun karena serangan lawan yang sudah tidak jelas dan mendasar cenderung ngawur," ucap Dedi.

Selain itu, dia menyarankan agar timses masing-masing tak diundang dalam debat capres jika kubu lawan hanya memojokkan Jokowi. "Saran saya untuk semua termasuk elit jangan dilawan biarkan saja," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA