Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
Politik

Ma'ruf Amin Sebut Saat Ini Banyak Kalangan "Al Makiyun", Ahli Maki-maki

Fani Fadillah - 21/02/2019 10:45 Ma'ruf Amin

Beritacenter.COM - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin melakukan kunjungan ke Rumah Zikir dan Dakwah Darul Ahsan di hari keduanya di Makassar. Kedatangan Ma'ruf diterima langsung oleh Mursyid Rumah Zikir dan Dakwah Darul Ahsan, Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka serta para jemaahnya.

Habib Abdurrahim meminta Ma'ruf untuk memberikan nasihat kepada para jemaah, apa yang harus dilakukan untuk bangsa ini.

Baca juga:

"Saya mohon atas nama jemaah, memberikan nasihat, apa yang kami harus lakukan untuk bangsa, untuk kemaslahatan umat demi rakyat tercinta di Indonesia ini. Karena Kiai sangat matang tentang republik ini, sudah dilalui dari bawah," ucap Habib Abdurrahim di lokasi, Kamis (21/2/).

Dia meminta jangan ada yang terlalu tinggi soal negara di depan Ma'ruf. Karena sudah pakarnya sejak lama.

"Jadi jangan bicara tentang Republik dengan Kiai Ma'ruf. Dulu pernah jadi mantan anggota MPR, DPR, sudahlah lengkap. Jadi beliau suka senyum-senyum kalau ada yang terlalu pintar di depannya negara, padahal beliau pakarnya. Jadi itulah saya sampaikan dan mohon tausiah, wejangan, nasihat, apa yang harus kami lakukan ke depan untuk negara," ungkap Habib Abdurrahim.

Sementara, dalam tausiahnya, Ma'ruf mengingatkan, tugas ulama tidak mudah. Karena harus menyempurnakan akhlak umat sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

"Tugas ulama ini banyak. Ini kan orang tarekat menyempurnakan kemanusiaan menjadi insan kamil, bersih dari syirik-syirik," kata Ma'ruf.

Ketua umum Majelis Ulama Indonesia ini juga menyebut bahwa pemuka agama berkewajiban harus memerangi hoaks. Sebab, hoaks merupakan sifat tercela yang dilarang oleh agama.

Selain hoaks, Ma'ruf juga meminta ulama tidak memaksakan kehendak dalam berdakwah. Dakwah harus mengedepankan cara-cara yang santun dan lembut seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW.

"Jangan dengan cara-cara yang tidak santun. Sekarang banyak mubalig dari kalangan almakiyun, itu ahli maki-maki. Harusnya layinan (lemah lembut)," jelas Ma'ruf.

Kemudian, mantan Dewan Penasihat Presiden ini juga meminta ulama mengetahui latar belakang dan tujuan dari sebuah ayat. Sebab, saat ini banyak ulama yang menerapkan ayat, tetapi tidak kontekstual dengan kondisi saat ini.

"Masa ayat perang mau dipakai di negara damai. Ini yang melahirkan ekstremisme, intoleran dan terorisme," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA