Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Astaga..! Bocah Yatim Piatu Diperkosa Hingga Hamil 5 Bulan

Anas Baidowi - 21/02/2019 09:13 Ilustrasi

Beritacenter.COM - M (13) yang masih duduk dibangku SD di Kaliwungu, Susukan, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) harus menerima beban kehamilan akibat kekerasan seksual.

M yang tinggal bersama neneknya J di Grogol, Sukaharjo adalah anak yatim piatu. Kedua orangtunya meninggal beberapa tahun lalu.

"Ibu M meninggal dunia pada dua atau tiga tahun lalu. Nah, setelah ibunya meninggal, M diajak bapaknya pindah ke Kaliwungu, Susukan. Sebelum hidup di Jakarta, mereka berdomisili di Grogol," kata kerabat keluarga M, berinisial W, saat berbincang dengan wartawan, Rabu 20 Februari 2019.

Sedangkan bapak M meniggal pada 2017 lantaran menderita sakit. Semenjak itu M kemudian diasuh JS warga Desa Kaliwungu, Susukan, Semarang. JS adalah teman akrab orangtua M.

Pada Kamis 14 Februari 2019, JS mengantar M pulang ke rumah neneknya di Sukoharjo. Kala itu W curiga perubahan fisik, terutama perut M, yang membesar. W pun memeriksakan M ke bidan desa setempat.

Hasilnya, M tengah hamil dengan usia kandungan lima bulan. "Saya kaget karena sifat M pendiam dan lugu. Keponakan saya juga langsung syok. Dia diam saja jika ditanya siapa yang menghamili," ujar W.

Camat Grogol Bagas Windaryatno dan sejumlah staf pemerintah kecamatan mendatangi rumah nenek M kemarin.

Bagas ingin memastikan kebenaran kabar anak di bawah umur berinisial M (13) yang hamil. Dia lantas berdiskusi dengan kerabat keluarga M yang rumahnya tepat di depan rumah J.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bakal melakukan pendampingan terhadap M yang menjadi korban kekerasan seksual terhadap anak. Hal ini sebagai wujud perlindungan anak.

Sesuai Undang-Undang 35 Nomor 2014 tentang Perlindungan Anak menyebutkan pemerintah daerah berkewajiban dan bertanggung jawab melaksanakan dan mendukung kebijakan nasional dalam upaya perlindungan anak.

"Negara dan pemerintah harus hadir saat ada kasus seperti ini. Saya segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pendampingan psikis maupun kesehatan," papar Bagas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA