Friday, 24 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

Sebut Jokowi Lebih Populis, Erick Thohir: Jokowi Ingin Pastikan Rakyat Punya Tanah

Saya rasa itu bukan masalah. Itu suatu hal yang sangat terbuka bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintahan pada saat berbeda policy dengan pemerintah sebelumnya. Di mana Pak Jokowi memang lebih populis, beliau ingin memastikan rakyat mempunyai tanah

Aisyah Isyana - 20/02/2019 20:43

Beritacenter.COM - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf, Erick Thohir menilai, kebijakan pemerintahan saat ini sangat berbeda dengan pemerintahan sebelumnya. Dia menyebut pemerintahan Jokowi lebih populis, terutama soal memastikan rakyat kecil memiliki tanah.

"Saya rasa itu bukan masalah. Itu suatu hal yang sangat terbuka bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintahan pada saat berbeda policy dengan pemerintah sebelumnya. Di mana Pak Jokowi memang lebih populis, beliau ingin memastikan rakyat mempunyai tanah," kata Erick di Hotel El Royal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/2/2019).

Baca juga :

Menurutnya, tanah-tanah yang dibagikkan pemerintah dapat dijadikan agunan, terlebih permodalan itu juga didukung dengan bunga yang sudah turun. Tak hanya itu, Jokowi bahkan juga memperhatikan nasib nelayan.

"Kenapa tanah ini bisa menjadi agunan untuk berusaha dan ini tentu didukung pemodalan juga yang sekarang bunganya menurun. Beliau sampaikan juga pada nelayan bagaimana bank nelayan bunganya lebih murah lagi 3 persen," jelasnya.

"Nah itu hanya policy dan terbukti zaman Pak Jokowi ini perbedaan kayak menurun menjadi 0,38 (persen) berapa. Itu bukti-bukti. Saya rasa kalau BPN atau pihak tertentu merasa... Ini pribadi ya mohon maaf karena bicara kebijakan," imbuh Erick.

Diberitakan sebelumnya, Jokowi sempat menyinggung soal tanah Prabowo Subianto seluas di Kalimantan Timur dan Aceh debat Capres Jilid 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). Lahan yang dikuai Prabowo, 220 ribu hektare di Kalimantan Timur dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah.

Lahan dengan total luas 340 ribu hektare itu lebih besar daripada DKI Jakarta. Luas Provinsi DKI Jakarta hanyalah 662,33 kilometer persegi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Untuk membandingkan luas lahan yang dimiliki Prabowo dengan luas DKI Jakarta, maka harus mengubah satuan luasnya menjadi kilometer persegi. Luas 1 hektare lahan setara dengan 0,01 km2, sehingga 340 ribu hektare lahan sama dengan 3.400 km2.

Jika 3.400 km2 dibagi dengan 662,33 km2, hasilnya 5,13. Artinya, lahan yang dikelola Prabowo setara dengan lima kali luas DKI Jakarta.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA