Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Seminar Hukum di Unigal Ciamis, Kapolres Ciamis Mengajak Seluruh Mahasiswa Ikut Mensukseskan Pemilu 2019

Penyelenggara Pemilu, lanjut Agus, adalah KPU dan jajarannya sebagai pelaksana teknis dan Bawaslu serta jajarannya sebagai pengawas Pemilu.

Sari Intan Putri - 20/02/2019 14:33

Beritacenter.COM - Polres Ciamis yang dipimpin langsung oleh Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso melaksanakan kegiatan Seminar Hukum yang bertemapat di Universitas Galuh (Unigal) Ciamis.

Kegiatan yang mengambil tema "Mewujudkan Penyelenggaraan Pemilu yang Cerdas" tersebut dihadiri oleh Dr. H Agus Fatah Hidayat (Ketua KPU Kab. Ciamis), Dr H. Yat Rospia Brata (Rektor Unigal Ciamis), H. Dudung Mulyadi (Dekan Fakultas Hukum Unigal Ciamis) dan para mahasiswa Unigal Ciamis yang berjumlah sekitar 300 orang.

Dalam acara tersebut, Ketua KPU Kab Ciamis menyampaikan beberapa hal penting. "Pada pelaksanaan Pemilu 2019 akan dilaksanakan 2 pemilihan yaitu Pilpres dan Pileg," sebut Ketua KPU.

Penyelenggara Pemilu, lanjut Agus, adalah KPU dan jajarannya sebagai pelaksana teknis dan Bawaslu serta jajarannya sebagai pengawas Pemilu.

Agus juga menyebut jika Saat ini sudah mendekati hari pelaksanaan pemungutan suara dan KPU Kab. Ciamis saat ini tengah bersiap untuk menerima surat suara Pemilu 2019 yang berjumlah sekitar 4,8 Juta surat suara.

"Surat suara tersebut terdiri dari 5 jenis suara yaitu surat suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Prov dan DPRD Kabupaten. Surat suara tersebut akan dilaksanakan penyortiran dan pelipatan oleh KPU Kab. Ciamis," lanjut Agus.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso juga menyampaikan beberapa pesan dan informasi yang tak kalah penting dari Ketua KPU Kab Ciamis. Indonesia, sebut AKBP Bismo Teguh Prakoso, merupakan negara yang kaya raya akan sumber daya alam, sehingga menjadi daya tarik bagi negara lain untuk menguasainya. Hal ini sebenarnya yang melatar belakangi penjajahan selama 3,5 abad oleh Belanda dan Jepang.

"Keanekaragaman Indonesia menjadi kekayaan sekaligus kelemahan mengingat dengan mudah para penjajah menerapkan strategi David at impera (politik adu domba) untuk memecah belah bangsa Indonesia yang kemudian menguasainya. Titik balik kebangkitan perlawanan adalah munculnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa dengan berdirinya Budi Utomo serta organisasi lainnya serta momen monumental sumpah pemuda.," ucap Kapolres CIamis.

Bismo juga mengatakan jika salah satu cara Devide At Impera pada masa milenial sekarang adalah dengan penyebaran hoax (berita bohong). Apalagi dalam pelaksanaan Pemilu 2019 terutama Pilpres 2019 dimana saat ini masyarakat cenderung terbagi menjadi dua kelompok pendukung Capres-Cawapres. Sehingga upaya untuk mengantisipasi perpecahan bangsa adalah dengan melawan hoax dengan cara tidak menyebarkan berita-berita tanpa tahu berita tersebut benar atau tidak. 

Bismo melanjutkan jika upaya kepolisian dalam mengantisipasi hal tersebut adalah dengan melaksanakan berbagai sosialisasi, himbauan dan deklarasi anti hoax serta menindak tegas setiap pelaku hoax untuk menimbulkan efek jera.

Polisi tidak dapat menyidik seseorang tanpa ada perbuatan yang melawan hukum, sehingga muncul istilah kriminalisasi. Seperti contoh kasus Ahmad Dhani yang disebut kriminalisasi, padahal postingannya di medsos telah melanggar UU ITE.

"Untuk itu, aya selaku Kapolres Ciamis menghimbau agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Dan mari kita bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019," ucap Kapolres Ciamis.

Penyampaian materi terakhir disampaikan oleh Dekan Fakultas Hukum Unigal Ciamis, H. Dudung Mulyadi. Dalam penyampaiannya, Dudung menyebut jika pelaksanaan Pemilu 2019 ini bukan hanya sebagai pesta demokrasi, namun juga dijadikan sebagai ajang pesta menaati hukum, dikarenakan dengan banyaknya ujian dan cobaan bagi masyarakat untuk tidak melanggar hukum dalam pelaksanaan Pemilu ini.

"Baik peserta maupun pemilih diatur oleh berbagai perundang-undangan sebagai dasar hukum, maka apabila masing-masing dapat menaati dasar hukum yangg mengaturnya, niscaya pelaksanaan pemilu yang cerdas, berkualitas dan berintegritas akan dapat terwujud," ucap Dudung.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA