Sunday, 26 Jan 2020
Temukan Kami di :
Politik

Bela Jokowi, Moeldoko Singgung Tak Cerdasnya Tim Prabowo

Ini kan kecerdasan lagi, nggak cerdas itu di dalam melihat situasi sesungguhnya. Akhirnya diputar-putar seolah Pak Jokowi bohong-bohong dan seterusnya. Ini supaya masyarakat memahami situasi yang sesungguhnya seperti itu. Jangan ikut dibolak-balik akhirnya jadi bingung semuanya

Aisyah Isyana - 19/02/2019 19:09

Beritacenter.COM - Kubu Prabowo Subianto melaporkan capres petahana Jokowi ke Bawaslu, lantaran menyinggung kepemilikan lahan Prabowo dalam debat kedua. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko, memberikan pembelaan untuk Jokowi.

Menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi dalam debat kedua tekait lahan Prabowo konteksnya membahas soal reforma agraria. Pasalnya, jelas Moeldoko, batas waktu debat yang terbatas membuat Jokowi tak sempat memberikan penjelasan soal perhutanan sosial dan redistribusi aset.

Baca juga :

"Nah, perhutanan sosial itu yang tadinya para penggarap sekitar hutan tidak punya kepastian, diberikan kepastian untuk mengelola selama 35 tahun, tetapi tidak bisa disertifikasi. Terhadap redistribusi tanah, sekarang negara sedang mengambil eks HGU (Hak Guna Usaha) yang itu dikumpulkan, setelah itu dibagi kepada masyarakat. Ada yang luasnya 2 hektare, 1 hektare, dan sekarang itu sudah ada 37.000 bidang," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Moeldoko menjelaskan, saat Jokowi menyampaikan ingin lahan yang luas itu diberikan kepada masyarakat kecil, bukan pihak yang sudah besar. Pada momen itulah kemudian nama Prabowo disebut, itu pun dimaksudkan sebagai contoh.

"Jokowi mengatakan saya ingin membagikan ke masyarakat kecil-kecil. Saya tidak ingin membagikan yang besar-besar, sebagai contoh seperti yang Pak Prabowo miliki yang luasnya sekian-sekian, itu konteksnya, itu dalam konteks membikin contoh," kata Moeldoko.

"Jadi nggak ada keinginan menyerang, nggak ada itu. Ini kadang-kadang tidak dimasukkan ke dalam konteks," imbuhnya.

Tak hanya itu, Moeldoko juga membahas soal pernyataan Jokowi terkait tak adanya lagi kebakaran hutan di Indonesia selama 3 tahun terakhir. Menurutnya, Jokowi menyampaikan itu terkait menurun drastisnya kebakaran hutan di Indonesia selama 3 tahun terakhir.

"Contoh lagi, menurut saya nggak cerdas juga timnya itu, tentang apa itu kebakaran hutan. Pak Jokowi mengatakan dalam 3 tahun terakhir ini bahwa kebakaran hutan relative berkurang atau tidak ada. Maksudnya tidak ada lagi negara luar yang complain, tidak ada lagi masyarakat Riau yang pakai masker, kesulitan karena asap," kata Moeldoko.

"Dan dalam 3 tahun terakhir mengatakan, kalau dalam 3 tahun terakhir, berarti 2018, 2017, dan 2016. Tetapi dari pihak mereka mengatakan tahun 2015, buktinya telah terjadi asap, miss lagi," imbuh Moeldoko.

Terakhir, Moeldoko juga menyinggung soal tak ada lagi konflik pembebasan lahan untuk infrastruktur, khususnya pembebasan proyek jalan tol. Dalam hal ini, dia menyebut tim Prabowo menyebut ada konflik, namun data yang disampaikan tim Prabowo yakni konflik terkait reforma agraria.

"Ini kan kecerdasan lagi, nggak cerdas itu di dalam melihat situasi sesungguhnya. Akhirnya diputar-putar seolah Pak Jokowi bohong-bohong dan seterusnya. Ini supaya masyarakat memahami situasi yang sesungguhnya seperti itu. Jangan ikut dibolak-balik akhirnya jadi bingung semuanya," kata Moeldoko.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA