Friday, 19 Apr 2019
Temukan Kami di :
Politik

Moeldoko Beberkan Alasan Jokowi Bawa Pulpen di Debat Pilpres ke II

Dewi Sari - 19/02/2019 15:41

Beritacenter.COM - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko membeberkan alasan Jokowi membawa pulpen. Menurutnya, KPU sudah menjelaskan bahwa itu pulpen biasa bukan alat komunikasi dalam debat.

"Kemarin ditunjukkan ke saya, 'ini Pak Moel pulpennya kemarin yang jadi masalah'. Masalah apa? 'Itu lagi diributin katanya pulpennya'. 'Klek klek klek' (pencet-pencet pulpen) kaya begini," kata Moeldoko di kantor KSP, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Moeldoko memang menganjurkan pak Jokowi untuk membawa pulpen saat debat. "Kita yang arahkan. Bapak kalau tidak ada yang dipegang, itu macam-macam. Ada yang begini (benerin lengan baju-red). Nah, sehingga begitu kita kasih pulpen ini mengurangi pegangan yang lain-lain," katanya.

Moeldoko menuturkan Jokowi sudah terbiasa memegang sesuatu saat tampil di publik. Sehingga, jika tidak membawa suatu benda, maka akan membuat Jokowi memegang benda di dekat lainnya, misalnya membenarkan lengan bajunya.

"Kalau nggak bawa pulpen pasti (sambil pegang-pegang tangan). Dipegangin gitu. Sebenarnya itu, itu saran dari kita semuanya. Bapak harus bawa sesuatu. Waktu itu," katanya.

Bahkan, lanjut Moeldoko, Jokowi sempat bertanya untuk membawa kertas. Namun tim Jokowi menyarankan tidak membawa kertas untuk menghindari tudingan lainnya, seperti dinilai membawa sontekan.

"Perlu nggak bawa kertas? Jangan, nanti dikira 'ngepek' (nyontek-red) lagi. Eh, bawa pulpen dibilangin yang lain lagi. Aduh ini kasihan juga, berarti kecerdasan lagi kurang," katanya.

Moeldoko menegaskan bahwa Pak Jokowi membawa pulpen hanya untuk menghilangkan rasa grogi. Tim menilai membawa pulpen berdasarkan kebiasaan Jokowi.

"Ini bukan hanya (menghilangkan-red) grogi. Kebiasaan beliau kalau tidak membawa sesuatu itu pegang-pegang ini baju. Ini yang kita cermati akhirnya jangan seperti itu. Syaratnya harus ada yang dipegang. Ini saran dari beberapa kita menyarankan kepada beliau dan diikuti," imbuh Moeldoko.

Moeldoko menyayangkan mengenai tudingan pulpen yang dibawa Jokowi sebagai alat penghubung ke earpiece untuk mendengarkan contekan.

"Ini soal kecerdasan lagi ini. Sekarang bagaimana mungkin saya dalam tempo yang singkat menjawab concern pertanyaan, concern dengan pertanyaan. Mana mungkin buat dengerin dulu? Nggak mungkin lah. Berpikir antara mengendalikan, antara pikiran, mulut, dan gerakan-gerakan yang lain tidak bisa didikte orang melalui telinga. Omong kosong," kata Moeldoko.

Seperti yang diketahui, viral dimedia sosial bahwa Capres nomor urut 01 Joko Widodo dituduh menggunakan earpiece atau penyuara telinga dalam debat kedua Pilpres 2019 semalam.

 




Berita Lainnya

Saat Lamaran Cak Imin Ditolak Tsamara Amany

18/04/2019 18:36 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA