Wednesday, 20 Mar 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Ini Alasan Pemerintah Inggris dan Wales Memasangi Gelang GPS kepada Para Pelaku Kejahatan

Pelacak tersebut juga dihubungkan dengan sebuah kotak di suatu tempat, misalnya rumah tahanan. Polisi akan mendapatkan notifikasi apabila sang tahanan tidak ada di tempat tersebut pada waktu tertentu.

Sari Intan Putri - 18/02/2019 12:29

Beritacenter.COM - Sekitar ribuan pelaku kriminal di Inggris dan Wales akan dipasangi gelang pelacak GPS. Hal itu memungkinkan pihak berwajib memantau posisi mereka kapanpun dan dimanapun.

Pelacak tersebut juga dihubungkan dengan sebuah kotak di suatu tempat, misalnya rumah tahanan. Polisi akan mendapatkan notifikasi apabila sang tahanan tidak ada di tempat tersebut pada waktu tertentu.

Untuk ke depannya, ada kemungkinan posisi para kriminal akan bisa dilacak, tak peduli lokasi mereka berbeda.

Justice Secretary David Gauke mengatakan, penggunaan pelacak GPS ini ditujukan untuk membantu polisi melindungi korban dari penguntit atau kekerasan rumah tangga, menurut laporan BBC. Pengujian gelang GPS ini akan diuji pada musim panas ini.

Pemerintah Inggris memperkirakan, ada sekitar 4.000 orang yang mendapatkan gelang GPS ini setiap tahunnya. Namun, dalam satu waktu, kemungkinan, hanya 1.000 pesakitan yang akan menggunakan pelacak GPS tersebut.

Keputusan Inggris untuk menggunakan gelang pelacak GPS pada kriminal memiliki keuntungan dan kerugian.

Di satu sisi, orang yang melakukan kejahatan ringan bisa mendapatkan keringanan hukuman penjara. Selain itu, para polisi juga bisa mengawasi para kriminal yang melakukan kejahatan serius dan kembali mencoba untuk hidup di luar penjara, menurut laporan Engadget.

Sayangnya, saat ini, gelang pelacak GPS hanya memungkinkan pihak kepolisian untuk menentukan apakah seseorang ada di sebuah bangunan atau tidak.

Di sisi lain, penggunaan sistem ini berarti polisi melacak posisi sang kriminal sepanjang hari, sepanjang minggu, walau kejahatan yang dia lakukan mungkin tidak berat. Ini berarti para kriminal akan kehilangan privasinya.

Inggris bukan satu-satunya negara yang mencoba untuk mengimplementasikan teknologi dalam sistem penegakan hukum. Minggu lalu, Hong Kong mengumumkan bahwa mereka juga akan menguji sistem penjara cerdas.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA