Tuesday, 19 Mar 2019
Temukan Kami di :
Politik

Sebut 'Tol Jokowi' Buat Ban Panas, TKN: Kubu Prabowo Tak Hargai Ahli Kontruksi Indonesia

Pernyataan tersebut juga merendahkan dan tidak menghargai kemampuan para ahli konstruksi Indonesia

Aisyah Isyana - 17/02/2019 12:27

Beritacenter.COM - TKN Jokowi-Ma'ruf menyebut pernyataan Jubir Badan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Fatwa, yang menyebut 'tol Jokowi' sebagai pembunuh bayaran lantaran membuat ban mobil cepat panas dan meletus, telah merendahkan ahli kontruksi Indonesia.

"Pihak Prabowo rupanya mengalami kesulitan mencari kelemahan kinerja Pemerintahan Jokowi, khususnya menyangkut pembangunan yang sudah dikerjakan selama 4 tahun ini," kata Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Nusyirwan Soejono, Minggu (17/2/2019).

"Terlihat dari pernyataan tentang jalan tol yang membuat ban cepat panas dan meletus, pernyataan yang sangat tak mendasar secara teknis, juga hanya cari-cari yang mungkin suatu kesalahan," sambungnya.

Baca juga : BPN Sebut 'Tol Jokowi' Pembunuh Bayaran, Inas: Sesat Logika Prabowo Menular ke Timsesnya

Tak hanya mencari-cari kesalahan, Nusyirwan juga menyebut pernyataan Dian menyedihkan. Menurutnya, pembangunan tol di pemerintahan Jokowi sudah melalui proses perencanaan teknis yang ketat serta pengujian dan sertifikasi dari institusi yang kredibel.

"Pernyataan tersebut juga merendahkan dan tidak menghargai kemampuan para ahli konstruksi Indonesia," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Untuk diketahui, Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menjelaskan alasannya menyamakan jalan tol yang dibangun oleh pemerintah Presiden Joko Widodo dengan pembunuh bayaran. Menurutnya, tol yang dibangun di pemerintahan Jokowi membuat ban cepat panas bahkan meletus.

"Jadi semua jalan yang dibangun oleh Jokowi adalah jalan yang bentuknnya adalah rigid pavement itu adalah sebetulnya terbentuk dari beton, dengan beton ini gesekan antara ban itu kalau dengan kecepatan tinggi cepat panas dan cepat meletus seperti diamplas," kata Dian Fatwa kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019) malam.

"Karena itu jalan yang dibangun oleh Jokowi itu tidak memenuhi standar highway atau flexible pavement ini karena tidak ditambah aspal. Ini persoalan safety ini diabaikan. Emang rigid pavement itu kan abis kerikil, beton, kemudian aspal. Kalau ditambahin aspal itu adalah high grade, mestinya itu ditambahkan di situ tapi itu tidak," ujar Dian.

"Jadi yang saya maksud itu adalah itu padahal jalan tol itu adalah flexible pavement itu artinya diaspal, ternyata jalan Jokowi itu khususnya, misalnya Jakarta-Solo, Solo-Boyolali itu rigid pavement," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA