Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Politik

BPN Sebut 'Tol Jokowi' Pembunuh Bayaran, Inas: Sesat Logika Prabowo Menular ke Timsesnya

Anggota salah satu BPN ini mengatakan bahwa jalan tol pembunuh bayaran, padahal jalan tol adalah benda mati, mana mungkin menjadi pembunuh bayaran? Ini adalah logical fallacy atau sesat logika yang sering juga dipertontonkan oleh Prabowo Subianto dan rupanya menular kepada tim suksesnya

Aisyah Isyana - 17/02/2019 11:21

Beritacenter.COM - Anggota Penugasan Khusus Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, angkat bicara soal pernyataan Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Fatwa, yang menyamakan tol yang dibangun era Presiden Jokowi dengan pembunuh bayaran.

Merasa heran benda mati di samakan dengan pembunuh bayaran, Inas lantas menyinggung soal logical fallacy atau sesat logika yang disebutnya kerap dipertontonkan Prabowo. Menurutnya, hal itu mulai menular ke tim sukses Prabowo.

Baca juga :

"Anggota salah satu BPN ini mengatakan bahwa jalan tol pembunuh bayaran, padahal jalan tol adalah benda mati, mana mungkin menjadi pembunuh bayaran? Ini adalah logical fallacy atau sesat logika yang sering juga dipertontonkan oleh Prabowo Subianto dan rupanya menular kepada tim suksesnya," kata Inas kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).

Inas menyebut berpikir sesat dalam menyampaikan argumen sudah jadi kebiasaan Prabowo. Menurutnya, Dian Fatwa selaku timses Prabowo, telah menurunkan logika sesat Prabowo dalam menyampaikan argumen.

"Kebiasaan Prabowo Subianto di dalam berargumen dengan logika yang sesat, diturunkan kepada full kepada Dian Fatwa, di mana argumen untuk mendukung pernyataan mereka berdua sama, yakni selalu didasarkan pada kepercayaan dan keyakinan sesuka hatinya Prabowo/Dian sendiri sehingga pernyataannya menjadi lebih sering subjektif yang cenderung hoax," tuding Inas.

Prihal tudingan Dian yang menyamakan tol Jokowi sebagai pembunuh bayaran, politikus Partai Hanura itu menantang Dian untuk membeberkan data soal penyebab kecelakaan di jalan tol tersebut. Inas pun mengaku ragu Dian dapat menjabarkan data tersebut.

"Coba tanya kepada Dian Fatwa, apakah dia memiliki data, fakta dan analisa penyebab kecelakaan di jalan tol? Saya yakin Dian Fatwa tidak mampu menghadirkan data, fakta dan analisa tersebut, dan hal ini juga yang sering dipertontonkan oleh Prabowo subianto yakni tidak punya data, fakta dan miskin analisa," sebut Inas.

Untuk diketahui, Dian Fatwa sebelumnya menyebut tol yang dibangun oleh pemerintahan Jokowi sebagai tol pembunuh bayaran. Pernyataan itu disampaikan Dian saat membahas pembangunan infrastruktur yang tepat guna. Menurutnya ada jalan tol yang pembangunan-pembangunannya mengabaikan keselamatan manusia.

"Ternyata kita masuk jalan tol, jalan tol pembunuh bayaran, masuk jalan tol bayar tapi mati. Kalau ini mengabaikan keselamatan manusia dari jalan tol itu saja, saya lupa jalan tol mana karena baru 4 bulan di Indonesia, ada 65 kecelakaan yang terjadi di tol yang dibangun oleh Presiden Jokowi," ungkap Dian dalam diskusi 'Perspektif Indonesia' di Gado-gado Boplo, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA