Tuesday, 21 May 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Gara-gara Lecehkan Kiai Mbah Moen, Said Aqil: Seluruh Warga NU Marah ke Fadli Zon

Indah Pratiwi - 16/02/2019 08:00

Beritacenter.COM - Sebuah puisi yang berjudul “Doa Yang Tertukar” yang dibuat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon terus menuai kecaman dari masyarakat khususnya kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menyebutkan, seluruh warga NU sangat marah besar kepada Fadli Zon yang menciptakan puisi tersebut. Said Aqil menilai, puisi tersebut sengaja diciptakan Fadli Zon untuk melecehkan KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) yang dinilai sebagai orang tua dari warga NU.

“Seharusnya, Fadli Zon segera meminta maaf terhadap yang bersangkutan (Mbah Moen) dan warga NU,” kata Said Aqil seusai usai membuka Rakornas NU Care Lazisnu di Pondok Pesantren Diponegoro, Kota Yogyakarta, Jumat (15/2/2019).

Dia melanjutkan, Fadli Zon tidak mencerminkan sebagai orang yang beradab dan berakhlak. Sebagai orang yang lebih muda seharusnya Fadli juga menghormati orang yang lebih tua, terlebih kepada Mbah Moen yang merupakan tokoh ulama sepuh NU.

“Bagi PBNU, Fadli Zon sadarlah. Kalau dia tidak mau (minta maaf) ya biarlah. Yang jelas, warga NU marah,” ucapnya.

Di lain tempat, Sekjen PBNU Helmi Faishal Zaini mengatakan, meski dalam puisinya Fadli Zon tidak menyebut nama, keluarga besar NU paham pusi tersebut ditujukan kepada Mbah Moen kiai sekaligus ulama yang sangat dihormati.

“Pandangan PBNU, apa yang disampaikan Pak Fadli Zon sudah suul adab, sudah mencederai dan perkataannya tidak sopan terhadap Mbah Moen sebagai orang tua,” katanya.

Sebelumnya, politisi Partai Gerindra Fadli Zon menulis puisi "Doa Yang Tertukar" yang tidak lama setelah KH Maimoen Zubair menyebut nama Prabowo dalam doanya saat kunjungan Presiden Jokowi di Ponpes Al Anwar, Sarang, Rembang. Kehadiran Jokowi itu untuk menghadiri Sarang Bersalawat.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA