Tuesday, 26 Mar 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tepis Semua Tudingan, Jokowi: Jika Ada yang Tak Salah Tapi Dipenjara, Silakan Datang ke Saya

Fani Fadillah - 15/02/2019 16:23 Presiden Jokowi hadiri Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51 di halaman Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Jumat (15/2)

Beritacenter.COM - Berbagai tudingan yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus berdatangan, seperti tudingan yang menyebut dirinya antek asing, PKI hingga melakukan kriminalisasi.

Saat membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-51 di halaman Gedung Daerah Provinsi Bengkulu, Jumat (15/2), Jokowi pun memanfaatkannya untuk membantah semua tudingan tersebut.

Baca juga:

Jokowi mengaku bingung dengan segala tudingan yang diarahkan padanya. Menurutnya semua itu tidaklah benar.

Seperti belakangan ini dimana dirinya dituding telah mengkriminalisasi ulama. Ia menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum, jika ada yang berbuat salah maka akan berhadapan dengan hukum.

"Ini juga perlu saya sampaikan negara kita ini negara hukum. Yang namanya kriminalisasi kalau orang tidak punya masalah orang tidak bermasalah kemudian disel. Nah itu kriminalisasi silakan datang ke saya. akan saya urus kalau ada sperti ini. Tapi kalau punya masalah hukum dan harus berhadapan dengan aparat hukum itu karena ada satu kesalahan yang harus dijalani," ucap Jokowi.

Sementara soal tuduhan antek asing, Ia membantah dengan segala pencapaiannya yang telah berhasil merebut Blok Mahakam yang awalnya dikelola Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation selama 50 tahun.

"Saya mulai dulu dengan antek aseng. Banyak di bawah disampaikan presiden Jokowi antek asing. Saya menjawab bukan marah. Saya pikir antek asing yang mana padahal di 2015 namanya blok Mahakam sudah lebih 50 tahun sudah kita ambil kita serahkan kepada Pertamina," kata Jokowi.

Kemudian, pada 2018 pemerintah juga telah mengambil alih blok rokan yang selama kurang lebih 90 tahun berada di bawah penguasaan Chevron Amerika. Bahkan, 100 persen sahamnya sudah dikelola Pertamina.

Selanjutnya, tak kalah penting pemerintah juga berhasil merebut mayoritas saham Freeport sebagai saham pengendali yang diwakili PT Inalum. "Tapi dalam 4 tahun ini isu yang berkembang antek asing. Apakah mudah ambil semua itu? Kalau mudah sudah dari dulu," jelasnya.

Mantan Walikota Solo ini melanjutkan, yang tak habis pikir adalah mengenai isu PKI. Jokowi mengaku heran padahal dirinya waktu itu baru berusia 4 tahun saat PKI dibubarkan. Jokowi mengizinkan semua orang yang menudingnya itu untuk memeriksa langsung ke tempat kediaman orang tuanya di Solo.

"Cek saja masjid dekat orang tua saya. Masjid dekat kakek nenek saya di Solo. Atau utusan Pak Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk cek," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA