Wednesday, 20 Mar 2019
Temukan Kami di :
Kesehatan

Kabar Buruk..! Konsumsi Minuman Bersoda Picu Kematian Dini

Anas Baidowi - 15/02/2019 11:33

Beritacenter.COM - Kabar mengejutkan bagi penggemar minuman bersoda, dari hasil sebuah penelitian baru-baru ini menyatakan bahwa minum dua kali atau lebih minuman bersoda bisa meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, dan kematian dini.

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 80 ribu wanita menemukan bahwa dua kali atau lebih minuman diet, termasuk minuman diet berbahan dasar buah-buahan, begitu juga minuman bersoda meningkatkan resiko stroke hingga 23 persen dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi minuman diet kurang dari sekali seminggu atau tidak sama sekali.

Selain itu, peminum minuman diet juga punya risiko 29 persen lebih besar mengalami penyakit jantung dan 16 persen lebih berisiko meninggal karena penyebab apapun.

Para peneliti menemukan 81.714 wanita pascamenopause (yang berusia 50-79 tahun saat dimulai studi) selama rata-rata 12 tahun. Riset menunjukkan kaum obesitas juga berperan karena mereka yang minum dua kali atau lebih minuman diet sehari dan obesitas memiliki risiko dua kali lipat terkena stroke. Wanita berdarah Afrika Amerika juga memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke.

"Banyak orang dengan maksud baik, terutama mereka yang berat badannya berlebih atau obesitas, minum minuman bergula rendah kalori untuk memangkas kalori dalam diet mereka. Riset kami dan studi observasional lainnya menunjukkan bahwa minuman berpemanis buatan bisa saja tidak berbahaya tapi konsumsi yang tinggi berkaitan dengan risiko lebih tinggi terkena stroke dan penyakit jantung," tutur Dr. Yasmin Mossavee-Rahmani, peneiliti utama dari studi dan profesor Remana dari epidemiologi klinis dan kesehatan publik di Albert Einstein College of Medicine di Bronx, New York.

Namun, penting untuk diingat bahwa meski studi ini menemukan kaitan antara mengonumsi minuman diet dengan stroke dan penyakit jantung, tapi tidak membuktikan secara definitif kalau minuman diet menyebabkan masalah kesehatan tersebut. Mungkin ada faktor lain juga yang berperan.

Studi ini tidak melihat pada pemakaian pemanis buatan indvidu atau minuman diet yang dikonsumsi secara spesifik, jadi para peneliti juga tidak bisa menyebutkan pemanis mana yang berbahaya. Dr. Rachel Johnson, profesor nutrisi emeritus di University of Vermont dan kepala kelompok penulis untuk dewan pensihat American Heart Association mengatakan, sayangnya riset saat ini tidak memberikan bukti cukup untuk membedakan antara efek pemanis rendah kalori berbeda pada kesehatan otak dan jantung.

Studi ini menambah bukti bahwa membatasi minuman diet adalah hal paling bijak yang dilakukan untuk kesehatan Anda.




Berita Lainnya

Ini Dia Segudang Manfaat Kunyit

15/03/2019 07:25 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA