Wednesday, 20 Mar 2019
Temukan Kami di :
News

Hastag #uninstallbukalapak Trending usai Cuitan 'Presiden Baru', Zaky Minta Maaf ke Pendukung Jokowi

Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya

Aisyah Isyana - 15/02/2019 03:55

Beritacenter.COM - Jagat media sosial saat ini diramaikan dengan tagar #uninstallbukalapak. Hastag atau tagar itu seketika menjadi trending topic atau pembicaraan nomor satu di Indonesia. Hal itu terjadi menyusul dari salah satu cuitan Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak, Ahmad Zaky, yang menyinggung 'presiden baru'.

Pada cuitannya, Kamis (14/2/2019), Zaky sempat menyinggung omong kosong industri 4.0 jika budget research and development (R&D) Indonesia masih jauh dibanding negara-negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

"Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky di akun twitter pribadinya, @achmadzaky.

Baca juga :

Saat ini, Zacky sendiri telah menghapus cuitannya tersebut. Meski begitu, cuitan itu sudah terlanjur viral dan menjadi pembahasan netizen. Banyak warganet mengkritik cuitan Zaky lewat tagar #uninstallbukalapak yang akhirnya menjadi trending topic.

Mendapati hal itu, Zaky yang mengaku tak menyangka cuitannya bakal viral, lantas membuat klarifikasi. "Bangun2 viral tweet saya gara2 "presiden baru" maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya :) lets fight for innovation budget," tulis Zaky.

Menurutnya, tujuan dari cuitannya yang dipersoalkan itu adalah untuk menyampaikan fakta. Menurutnya, dalam 20-50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi dalam riset dan SDM kelas tinggi agar tidak kalah dibanding negara-negara lain.

"Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju," tulisnya.

Atas cuitannya prihal 'presiden baru' yang dinilai telah menyinggung banyak pihak, Zaky mengaku sangat meminta maaf. Dia meminta maaf kepada pendukung Jokowi atas cuitan tersebut. Menurutnya, sosok Jokowi sudah dianggapnya seperti ayahnya sendiri.

"Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya," tulisnya.

"Saya apresiasi sekali concern masyarakat twitter soal isu R&D ini. Tanda kalau kita ga kalah pinter. R&D adalah single pembeda negara maju dan miskin. Kalau ga kuat di R&D, kita akan perang harga terus. Negara maju masuk di perang inovasi. Negara miskin masuk di perang harga," sambungnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA