Friday, 24 May 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Cawapres Ma'ruf Amin Bahas Ekonomi Syariah di Gedung BEI

Anas Baidowi - 13/02/2019 11:40

Beritacenter.COM - Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menyambangi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas ekonomi syariah dalam mengahadapi perkembangan teknologi.

Pertemuan tersebut digelar oleh Komunitas Profesional Peduli Teknologi Keuangan (KPPTK) bersana dengan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia.

"Ini bertujuan untuk memberikan informasi secara menyeluruh terkait kesiapan keuangan syariah lndonesia, potensi-potensi dan kendala di dalam menghadapi perkembangan teknologi dan inovasi," ujar Ketua Panitia Seminar, Yulian Hadromi, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, ekonomi syariah harus menjadi perhatian khusus ditengah perkembangan teknonologi saat ini. Pasalnya Indonesia merupakan pasar potensial bagi perekonomian syariah di Indonesia.

"Indonesia adalah pasar potensial bagi pengembangan ekonomi islam berbasis ekonomi kerakyatan. Perkembangan bisnis dan industri keungan syariah telah berkembang dengan baik di Indonesia," tuturnya.

Calon wakil presiden KH Ma'ruf Amin memberikan pandangan terkait ekonomi syariah dan ekonomi kerakyatan dalam melihat perkembangan teknologi dan digital di Indonesia.

Menurut Ma'ruf, kemajuan teknologi sangat berguna untuk memajukan keuangan syariah dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip syariah dan kemaslahatan umat.

Tidah hanya itu, aplikasi fintech juga harus memfasitasi mayarakat bagi yang ingin melakukan amal dan zakat.

"Fintech yang diterapkan sesuai dengan prinsip dan nilai ekonomi syariah tidak hanya berjalan pada sektor keuangan syariah komersial, namun juga dapat mencakup implementasi pada keuangan sosial syariah seperti pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, shadaqah dan wakaf," terangnya.

Ma'ruf Amin juga menegaskan perkembangan ekonomi syariah jangan sampai tidak berpihak kepada umat non muslim Indonesia.

Perkembangan teknologi ekonomi syariah harus menguntungkan seluruh masyarakat Indonesia tanpa terkecuali.

"Ekonomi umat bukanlah milik umat Islam semata. Ketika ekonomi umat dikembangkan dalam koridor umat Islam sebagai mayoritas, tidak berarti mengesampingkan umat minoritas lainnya. Mengembangkan ekonomi umat berarti memberdayakan semuanya, menitikberatkan pada pemerataan, keadilan sosial dan kepedulian," jelasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA