Thursday, 25 Apr 2019
Temukan Kami di :
Politik

Soal Puisi 'Doa yang Ditukar' Fadli Zon, Yenny Wahid: Tokoh Publik Selayaknya Jaga Ucapan

Ya, sebagai tokoh publik, apa pun kita berpendapat, kita berekspresi, itu akan bisa menimbulkan multi-interpretasi di kalangan masyarakat. Ada yang kemudian menanggapi negatif, ada yang positif. Kalau saya sih, sebagai seorang tokoh publik, memang kita semua selayaknya menjaga sekali apa yang kita bicarakan

Aisyah Isyana - 13/02/2019 03:27

Beritacenter.COM - Putri Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid (Gusdur), Yenny Wahid, turut angkat bicara prihal polemik puisi 'Doa yang Ditukar' ciptaan Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Yenny menilai, seharusnya tokoh publik lebih dapat menjaga setiap ucapannya.

"Ya, sebagai tokoh publik, apa pun kita berpendapat, kita berekspresi, itu akan bisa menimbulkan multi-interpretasi di kalangan masyarakat. Ada yang kemudian menanggapi negatif, ada yang positif. Kalau saya sih, sebagai seorang tokoh publik, memang kita semua selayaknya menjaga sekali apa yang kita bicarakan," kata Yenny setelah berkunjung ke kediaman KH Ma'ruf Amin di Jl Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).

Baca juga :

Menurutnya, publik saat ini masih menjunjung etika, terlebih jika berkaitan dengan ulama besar seperti KH Maimun Zubair atau Mbah Moen. Meski tak menyebutkan secara langsung, Yenny menilai publik mempersepsikan puisi itu ditujukan untuk Mbah Moen.

"Mungkin kalau lebih lentur, apa pun, publik masih menjunjung etika, apalagi walaupun tidak dikatakan secara langsung, tapi publik berkesimpulan puisi itu ditujukan kepada Mbah Maimun. Mbah Maimun ini ulama besar, maka ada adab yang harus dijaga ketika berinteraksi dengan beliau," sebut Yenny.

"Kalau kemudian publik menganggap yang dilakukan adalah tindakan tidak sesuai adab, akan ada konsekuensi," ucap Yenny.

Sementara prihal konsekuensi, Yenny menilai suatu ekspresi yang dipandang sebagai suatu hal yang tak beretika akan menimbulkan sikap tak simpatik di masyarakat.

"Ah, kalau suatu ekspresi kemudian dipandang sebagai suatu hal yang tidak beretika, akan menimbulkan sebuah sikap yang tidak simpatik di tengah-tengah masyarakat. Pastinya warga NU merasakan kedekatan dengan Mbah Maimun Zubair. Jadi kalau ada ekspresi tokoh mana pun kemudian seolah-seolah diposisikan menyerang beliau, ya pasti tidak akan menimbulkan kesan yang simpatik di kalangan NU," ucap Yenny.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA