Monday, 19 Aug 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Bukti Kubu Prabowo Pakai 'Propaganda Rusia'

Lukman Salasi - 10/02/2019 09:52

BeritaCenter.com – Kubu Prabowo-Sandi diduga menggunakan propaganda Rusia dalam berkampanye. Propaganda ini dilakukan untuk mencuci otak masyarakat kelas bawah sehingga objektifitas tak lagi penting.

"Pendapat Prof Arbi Sanit tentang propaganda Rusia ini sejalan dengan analisis yang selalu saya sampaikan soal firehose of falsehood. Apa yang disampaikan Prabowo-Sandi memiliki kemiripan dengan strategi propaganda ini. Memang tujuannya adalah untuk mempengaruhi pemilih kelas menengah ke bawah yang merupakan pemilih Pak Jokowi. Lihat saja karakter pemilih Pak Jokowi yang menurut survei memang sangat kuat di kalangan itu," ujar Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, Sabtu (9/2/2019) malam.

"Dengan propaganda ala Rusia, yang terus menerus diulang-ulang dapat mencuci otak mereka. Sehingga data-data objektif itu tidak dinilainya lagi," imbuh Ketua DPP Golkar ini.

Ace lalu menjabarkan 'propaganda Rusia' atau firehose of falsehood yang dipakai kubu Prabowo. Menurut Ace, Kubu Prabowo menjalankan strategi itu dengan cara memancing kontroversi, menuduh lawan politik melakukan kebohongan, hingga membuat masyarakat takut.

"Coba perhatikan dengan seksama pernyataan Prabowo-Sandiaga yang memiliki kemiripan dengan ciri di atas. Selain kasus hoax Ratna Sarumpaet, juga paslon 02 mengulang-ngulang mengangkat isu kriminalisasi nelayan dan juga kepala desa yang disampaikan pada debat pertama," papar Ace.

"Sebelumnya kita mendengarkan retorika tahun 2030 Indonesia bubar, Indonesia Punah, 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan, Tempe setipis ATM, Menteri Pencetak Utang, harga-harga bahan pokok melambung tinggi, chickhen rice di Singapura lebih murah daripada di Indonesia, kriminalisasi ulama, antek asing, antek aseng, Selang cuci darah di RSCM dipakai 40 orang, Hardi meninggal bunuh di Grobogan karena terlilit utang, tampang Boyolali, ketidakpercayaan terhadap penyelenggara pemilu, 7 kontainer kertas suara, dan lain-lain," bebernya.




Berita Lainnya

Figur Polisi Dinilai Tepat Jadi Pimpinan KPK

19/08/2019 15:36 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA