Monday, 19 Aug 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Tiga Alasan Mencerahkan Kenapa TGB Wajib Dukung Jokowi

Lukman Salasi - 10/02/2019 07:30

BeritaCenter.com – Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) disebut sebagai pemimpin yang pro rakyat dengan rekam jejak keislaman yang jelas. Hal ini jadi salah satu alasan TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Pertama karena Pak Jokowi adalah seorang muslim yang baik. Panjang sekali perjalanan fitnah kepada beliau. Tapi kalau ke kampung beliau, berjumpa keluarganya, sahabat-sahabatnya, ketika kita datangi ke Solo, kesimpulanya hanya satu, Pak Jokowi adalah seorang muslim yang baik, rekam jejak keislamannya jelas " kata TGB di acara Deklarasi Jaringan Alumini Indonesia Mesir (JAMI) untuk Capres-Cawapres 01, Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Alasan kedua TGB kenapa harus mendukung Jokowi soal integritasnya. Jokowi disebut TBG pemimpin yang berproses dari nol.

"Pak Jokowi adalah orang yang berproses. Saya selalu kagum dengan org yang berproses. Pak Jokowi lahir dengan kapasitas pribadi beliau, selain rahmat dari Allah. Menapaki perjalanan yang panjang sekali, rekam jejaknya terbaca," ujar TGB.

"Beliau berproses dengan proses yang alami, membanting tulang, berlelah-lelah tanpa ada KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) sampai beliau diberi kepercayaan dan amanah sebagai pemimpin kita smua. Utk kedua ini, proses bagi saya penting," imbuh TGB.

selanjutnya, TGB menyebut Jokowi terbukti sebagai pemimpin yang peduli dan dekat dengan rakyat sejak jadi wali kota di Solo, Jateng. Baginya, Jokowi sangat layak untuk diperjuangkan.

"Jauh sebelumnya, ketika jadi walikota, saya juga baru tahu akhir-akhir ini, ketika (Jokowi) jadi walikota dan gubernur, track record beliau adalah yang berpihak kepada rakyat dan kepentingan umat. Saya tanya orang-orang yang ada di Solo," ucap TGB.

"Saya tidak terbiasa mendukung, kecuali saya meyakini ada hal-hal yang pantas atau value. Pas ke Solo, ketika beliau jadi pemimpin, ketika di Solo, Jakarta, tidak ada kebijakan yang menciderai rasa keadilan masyarakat. Lebih spesifiknya tidak ada yang menciderai kepentingan umat," jelas TGB.




Berita Lainnya

Figur Polisi Dinilai Tepat Jadi Pimpinan KPK

19/08/2019 15:36 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA