Monday, 19 Aug 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Draf RUU PKS Heboh di Sosmed, Ini Respon PKB

Anas Baidowi - 08/02/2019 17:30

Beritacenter.COM -Rancangan Undang-Undang Pengapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) tersebar di sosial media. Namun, RUU PKS yang tersebar adalah RUU PKS palsu bukan yang asli.

Pimpinan Fraksi PKB, DPR, H cucun Ahmad Syamsulrijal menyesalkan draf RUU PKS yang tersebar di sosial media tidak sesuai dengan draf aslinya.

“Telusuri siapa yang menyebarkan dan menambahkan draf pasal seolah RUU PKS ini melegalkan LGBT dan perzinahan. Hoaks itu. Fraksi PKB mengawal terus rancangan undang-undang Itu yang semangatnya adalah upaya negara mencegah kekerasan seksual yang kerap terjadi,” ujar Cucun di Jakarta, Jumat (8/2/2018).

Baca Juga: Ribuan Kaum Milenial Sukabumi Deklarasi Dukung Jokowi-Amin

Cucun meminta agar publik jangan mudah percaya jika menerima informasi khususnnya menyangkut kebijakan politik apalagi mengenai draf RUU yang diproses di parlemen.

“Bahaya ini, merusak citra parlemen. Publik tolong tidak mudah percaya, lihat medianya apa terpercaya atau tidak. Aparat segera tindak oknum yang membuat resah yang menambahkan pasal legalisasi LGBT dan prostitusi di draf RUU PKS ini, tidak benar itu,” tegasnya.

"RUU PKS ini negara memberikan rehabilitasi dan pendampingan yang utuh untuk korban. Mulai dari pendampingan kesehatan, pendidikan, psikis, sosial, hingga pendampingan ekonomi untuk masa depannya," lanjutnya.

Selama ini, menurutnya, korban nyaris tidak tertangani dengan baik, negara hanya fokus menghukum pelaku saja. Ini pun masih banyak yang lolos dari jeratan hukum.

Baca Juga: PKS Mau Saja Dibohongi Gerindra Soal Kursi Wagub DKI Jakarta

"Korban kekerasan seksual alih-alih memprotes rehabilitasi yang memadai, malah tidak sedikit yang dikriminalisasi," jelasnya.

Dia menambahkan Fraksi PKB di komisi terkait terus mengawal RUU tersebut. “Kita punya srikandi perempuan ada Nihayatul Wafiroh, itu DPR RI terbaik yang kita minta fokus pada persoalan perempuan, anak dan kekerasan seksual. PKB terdepan melawan kekerasan seksual,” tandasnya.




Berita Lainnya

Figur Polisi Dinilai Tepat Jadi Pimpinan KPK

19/08/2019 15:36 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA