Friday, 26 Apr 2019
Temukan Kami di :
Politik

TKN Jokowi: Ocehan APBN Bocor Prabowo Bak Barang Bekas, Cari Sensasi Ketimbang Subtansi

Sikap Prabowo yang lebih doyan menuding tanpa bukti menunjukkan karakter politiknya yang doyan mencari sensasi ketimbang substansi. Wacana kebocoran anggaran ia ucapkan bukan untuk memperbaiki keadaan bangsa tapi lebih pada upaya untuk menyudutkan dan menjatuhkan lawan politiknya

Aisyah Isyana - 08/02/2019 12:03

Beritacenter.COM - Wakit Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, menyebut ucapan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, soal anggaran negara bocor sekitar 25 persen sebagai ocehan politik, bukan pidato politik.

"Ucapan Prabowo soal kebocoran anggaran Prabowo bagi saya lebih pantas disebut sebagai ocehan politik ketimbang pidato politik," kata Karding kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).

Karding mengatakan, Prabowo pernah menyampaikan hal itu pada Pilpres 2014 lalu. Meski begitu, Prabowo tak pernah menjabarkan bukti-bukti maupun melaporkan kebocoran APBN ke penegak hukum. Untuk itu, Karding mengibaratkan ocehan Prabowo bak barang bekas.

"Alasannya karena ocehan itu ibarat barang sudah menjadi barang bekas karena pernah disampaikan pada Pilpres 2014. Konyolnya Prabowo tidak pernah sekalipun menjabarkan bukti apalagi melakukan pelaporan hukum," jelas dia.

Baca juga :

Menurutnya, sikap Prabowo yang gemar menuding tanpa bukti, telah menunjukkan karakter poltiknya yang senang mencari sensasi ketimbang substansi. Karding menilai, pernyataan Prabowo lebih kepada menyudutkan lawan politiknya, bukan untuk memperbaiki bangsa.

"Sikap Prabowo yang lebih doyan menuding tanpa bukti menunjukkan karakter politiknya yang doyan mencari sensasi ketimbang substansi. Wacana kebocoran anggaran ia ucapkan bukan untuk memperbaiki keadaan bangsa tapi lebih pada upaya untuk menyudutkan dan menjatuhkan lawan politiknya," jelas Karding.

Karding menilai, masyarakat saat ini sudah cukup cerdas untuk membedakan ucapan substansi atau ocehan mencari sensasi. Menurutnya, gaya politik Prabowo yang kerap mencari sensasi hanya akan berujung sia-sia.

"Publik saya rasa sudah cukup cerdas untuk membedakan mana ucapan yang substansi atau ocehan yang sekadar menyasar sensasi. Sehingga upaya Prabowo mendapat insentif elektoral dari gaya politiknya itu akan berujung pada kesia-siaan," kata dia.

Karding menambahkan, Prabowo seharusnya melaporkan data kebocoran anggaran ke penegak, jika memang benar adanya. Dalam hal ini, dia mengaku jika TKN Jokowi-Ma'ruf akan mendukung langkah Prabowo melaporkan ke penegak hukum.

Pasalnya, Karding menyebut selama ini APBN sendiri telah dikelola secara kredibel dan profesional. Bahkan BPK sendiri telah melakukan audit keuangan setiap tahun.

"APBN selama ini dikelola secara kredibel dan profesional. Setiap tahun BPK juga melakukan audit. Dua tahun terakhir, yaitu 2016 dan 2017, BPK memberikan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP). Bukti bahwa Prabowo bukan cuma gagal mencari kejelekan pemerintah tapi justru asik menjelek-jelekkan pemerintah," ucap Karding.

Untuk diketahui, Prabowo menyebut tentang 'kebocoran' anggaran negara itu sudah ia hitung dan tulis di bukunya. Perhitungan Prabowo, anggaran negara yang 'bocor' mencapai Rp 500 triliun.

"Saya hitung dan saya sudah tulis di buku, kebocoran dari anggaran rata-rata, taksiran saya mungkin lebih, sebetulnya 25% taksiran saya anggaran bocor. Bocornya macam-macam," kata Prabowo saat berpidato di HUT ke-20 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Hall Sport Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2).




Berita Lainnya

TKN: Jokowi-Ma'ruf Menang 72,94% di Luar Negeri

26/04/2019 20:20 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA