Friday, 26 Apr 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Melawan Saat Ditangkap, Kurir Narkoba Ditembak Mati Polisi

Fani Fadillah - 08/02/2019 11:40 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Seorang kurir narkoba berinisial P ditembak mati anggota Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara. Petugas terpaksa melakukan tindakan tegas lantaran P berusaha melarikan diri saat ditangkap.

"Pelaku narkoba itu juga tidak mengindahkan tembakan peringatan, maka petugas ke polisian melakukan tindakan tegas terukur dan mengenai punggung bagian kiri yang mengakibatkan P meninggal dunia," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto dalam pemaparannya di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan seperti dikutip Antara, Kamis (8/2).

Baca juga:

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (3/2). Saat itu polisi mengawasi satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam nopol BK 1875 FJ yang dicurigai membawa narkoba dari Provinsi Riau menuju Medan.

"Namun, mobil tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Petugas berusaha menghentikan mobil itu di Jalan Arifin Ahmad, Kecamatan Medan Kampai, Kota Dumai, Provinsi Riau," ujar Agus.

Dia menyebut pelaku yang berusaha melarikan diri dari kejaran aparat keamanan melepaskan tembakan dan mengenai mobil petugas. Perlawanan dari pelaku ini mendorong polisi melepaskan tembakan ke arah kendaraan pelaku dan mengenai telapak tangan, serta lutut sebelah kiri sopir.

Kemudian, pada jarak satu kilometer, tepatnya di Jalan Lintas Sumatera Cikampak, Kabupaten Labuhan Batu Utara, mobil tersebut berhenti dan dua orang laki-laki keluar dari mobil dan berusaha melarikan diri ke arah perkebunan.

Petugas kembali melakukan tembakan peringatan, namun kedua orang itu tidak menghiraukannya. Salah seorang pelaku berinisial S, berhasil dibekuk dan rekannya berinisial P melarikan diri.

Aparat keamanan melakukan penyisiran di lokasi, dan menangkap P. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di mobil itu, dan menemukan satu buah tas warna hitam yang berisikan 14 kemasan teh warna hijau yang bertuliskan "GUAN YIN WANG" di dalamnya terdapat sabu-sabu seberat 14 kg.

"Tersangka S dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan pengobatan. Sedangkan tersangka P dibawa untuk melakukan pengembangan kasus narkoba tersebut," kata dia.

Sementara tersangka S mengatakan, baru pertama kali ini membawa narkoba dan hal itu terpaksa dilakukan karena faktor ekonomi.

"Saya dijanjikan akan menerima upah Rp 15 juta, namun upah belum diterima sudah ketangkap petugas," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA